Laman

Rabu, 17 Oktober 2012

FF, 18 September 2012 "SUARA HATI SANG BINTANG"


Aku kecewa pada Bulan. Kenapa ia masih mengharap bertemu dengan Matahari, padahal ia sendiri tahu bahwa hal itu mustahil. Kenapa ia tak pernah menyadari keberadaanku, aku yang selalu berada disampingnya saat kelam menyelimuti malam. Membuat langit penuh warna, membuat suasana malam tak lagi mencekam, aku yang selalu ada untuk Bulan.
Begitu istimewakah Matahari di mata Bulan?
Hingga ia tak bisa melihatku...
Bulan pernah bilang, ia mencitai Matahari karena Mataharilah yang membuat ia dapat bersinar.
Bukankah Matahari juga sama-sama Bintang sepertiku??
Apakah karena sinarku tak secerah Matahari??
Apakah karena orbitku tak searah dengan Matahari??
Aku tak habis fikir, kenapa semesta kadang tak adil. Kenapa Bulan mencintai Matahari,  yang bahkan tak pernah memikirkan Bulan. Ia bahkan hanya memanfaatkan Bulan untuk menyinari Bumi di malam hari. Kenapa Bulan tak juga sadar, Matahari mencintai Bumi.
Aku yang sepenuh hati mencintai Bulan, kenapa aku tak bisa mendapatkan cintanya?
Inikah yang dinamakan takdir?
Bulan tak berjodoh denganku, ia tak mencintaiku, ia hanya menganggapku sebagai sahabat dalam mengarungi malam, saat ia sendirian…
Mungkin saat ini sudah waktunya aku pergi jauh dari Bulan.
Mulai malam ini, biarlah aku bersembunyi dibalik awan, aku tak akan lagi menemani Bulan. Aku tak sanggup lagi melihat Bulan menagis merindukan kedatangan Matahari. Dan akupun tak kuat mengarungi kenyataan bahwa Bulan tak pernah mencintaiku selama ini.
Bulan, aku berjanji untukmu.  Kelak jika rasa ini telah pergi, aku kan kembali sebagai seorang sahabat seperti yang kau inginkan...

*dapet point 74 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar