Tulis aja semua yang kamu mau. Mimpimu, pengalamanmu, all what you want to share.
Laman
Minggu, 06 Februari 2022
Kamis, 03 Februari 2022
Agar Tetap Strong Saat Anak Sakit
Minggu, 30 Januari 2022
Ketika Anakku Sakit
Ketika Anakku Sakit
Sabtu, 29 Januari 2022
Sugeng Tindak Mbah
Entah rasa seperti apa yang aku rasakan. Saat mendengar kabar dari wa keluarga kalau mbah sedo hari ini jam lima pagi. Deg, rasa hatiku. Langsung teringat Bapak dan Ibuk yang semalam menginap di rumah menemaniku, dan baru pulang subuh tadi. Sementara suami menjaga anak keduaku di klinik.
Yang terbayang pertama adalah Bapak. Yang biasa merawat Mbah setiap hari, pas pergi pas ngenangi apa nggak. Aku langsung telpon suami, minta izin untuk takziah sebentar. Secara anak pertamaku juga belum begitu sehat. Sedang anak ketigaku semalam rewel karena panas.
Kulirik jam berulang kali, menunggu mbak datang untuk titip menjaga anak-anak sementara aku ke rumah mbah.
"Mbak, bapak dah disana? Tadi malam ki nginep rumahku." Tanyaku pada mbak sepupu. "Sampun Mbak, iki dimandikan." Aku sedikit lega, masih dimandikan. Aku masih punya waktu untuk kesana.
****
Kupacu motorku ke rumah Ibuk dulu. Ternyata pintu masih terbuka. Bapak sedang di kamar mandi. Aku menunggu sampai selesai. Dan berangkat bersama.
Sesampainya di sana, kusalami satu per satu tamu yang sudah hadir. Mbah dimana? Tanyaku. Disana. Sambil menunjuk kamar biasanya mbah tempati. Aku bergegas, tapi ternyata sudah kosong.
Mbah, Apa sudah dibawa ke masjid?
Iya. Aku kecewa dan bingung. Disana bapak² sudah banyak di halaman masjid. Aku pengen mendekat. Tapi aku malu menerobos kerumunan bapak². Beruntung Bulikku membaca kebingunganku. Beliau mengantarkanku mendekat keranda Mbah. Nggak bisa berkata-kata. Lisan ini kelu, cuman bisa sesenggukan menahan tangis agar tidak mengeras. Bulik menuntunku menjauh, dan menemui Ibuk.
"Wes, pulango. Anak-anak kasihan. Ojo nangis turut ratan." Pesan Bulik menyuruhku segera pulang.
***
Ya Allah, ada rasa getun. Kok pas hari terakhir, Bapak yang biasa nemani malah tidur di rumahku, nemani aku dan anak-anak yang lagi sakit. Aku sendiri karena ketiga anakku sakit, akupun cuman bisa datang sebentar. Nggak bisa nunggu sampai berangkat. Semoga mendapat kebaikan nggih mbah. Njenengan kondur pas hari Jumat. Nggak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu.
Jumat, 28 Januari 2022
Rabu, 26 Januari 2022
Untuk Hana
Selasa, 25 Januari 2022
Nggak Belanja
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ
“dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (QS. An-Najm : 43).
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ
“dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan.” (QS. An-Najm : 44).
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ
“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. ” (QS. An-Najm : 45).
ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ
“dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” (QS. An-Najm : 48).
Senin, 24 Januari 2022
Belanja Harian 25k
Minggu, 23 Januari 2022
Belanja Harian 25k
Sabtu, 22 Januari 2022
Menu Harian 25k
Buat berlatih sekedar nulis bebas apasaja, ternyata kok ya gak mudah. Kadang bingung banget buat nuangkan sekedar 300 kata. Padahal kalau ngomel, ampun Mak… jangan tanya dech. Sejam pun kuat.
Ok, sekarang udah tanggal 22 dan aku mulai bingung mau nulis apa. Intip punya kawan-kawan peserta Klip kok pada keren badai tulisannya. Bloger sejati semua. Tulisannya udah terstruktur rapi getu. Pembahasannya fokus pada 1 topik aja. Dan itu yang bakal diulik apik sampai selesai.
But its ok lah… anggap aja aku masih belajar dan pemula banget. Nulis masih ngalor ngidul gak jelas mau bahas apa. Ya sekedar curhatan ajalah ala Mamak keseharian.
****
Beberapa waktu lalu pas scroll fb, aku nemuin postingan rincian belanja bulanan seorang istri dengan gaji 3 jutaan sebulan. Untuk biaya hidup 3 orang. Alias anaknya masih 1. Lhah nggak jauh beda ama saya sih penghasilannya, malah saya buat biaya berlima. Soalnya anak udah 3.
Ya emang puyeng-puyeng begitulah ngaturnya. Harus benar-benar jeli, mana yang kebutuhan, mana yang keinginan. Kalau dibilang, emang gaji segitu cukup??? Ya kuranglah, cuman kan ya mesti dicukup-cukupin biar cukup. Yang penting anak gak sampe kelaparan. Makanan yang didapat meski sederhana setidaknya bisa lah untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian. Apalagi anak-anak masih masa pertumbuhan.
Dari sini akhirnya aku dapat ide buat bikin challenge buat dokumentasikan menu harian yaag sederhana sekali untuk keluarga sehari-hari. Budget belanja hariannya 25.000 rupiah aja.
Hari ini masak pepaya dan cambah. Pepayanya gratis metik dari samping rumah. Cambahnya beli di sayur 1000 aja. Kerupuk 3000, dan tempe 3000. Tambah tepung buat goreng tempenya 1500. Ada sisa uang 16500. Masih banyak lah ya… bisa buat beli yakult 8500. Jadi buat hari ini save kembalian 8000. Itu bisa buat tambah belanjaan besoknya kalau bahan menu berikutnya lebih dari 25k.
Sederhana banget kan ya? Gak papa kok. Alhamdulillah masih bisa makan. Diluaran sana ada banyak orang yang belum makan.
Salam sehat selalu buat para istri yang masih berjuang dimanapun berada. Anda tidak berjuang sendirian.
#KLIPDay3
Senin, 10 Januari 2022
Mendamping Anak Belajar Membaca
Minggu, 28 Februari 2021
1 MARET-KU
Januari dan Februari ku berlalu
penuh dengan perjuangan dan gejolak jiwa. Semoga saja awal Maret ini gelombang
kehidupanku mulai stabil. Aaamiin.
Mengawali tanggal 1 Maret
dengan subuh berjamaah sekeluarga di mushola, adalah hal yang sangat nikmat.
Pagi ini adik bangun awal, begitu juga dengan kakak, yang biasanya ogah-ogahan
bangun pagi, alhamdulillah pagi ini mudah dibangunkan. Adik berangkat lebih
awal bareng Abi, sementara Kakak bareng saya nyusul belakangan. Ditengah jalan,
sandal Kakak putus. Meski demikian Kakak tetap melanjutkan langkahnya sampai ke
masjid, meski dengan terseok karena harus menyeret sebelah sandalnya yang
putus.
Untungnya jarak antara mushola
dan rumah nggak terlalu jauh, sekitar 100 meteran lah...
Sesampai di mushola, kakak
langsung ambil shaf pertama, sedang adiknya duduk didekat jendela. Saya ada
dibarisan belakang bersama jamaah ibu yang lain. Dalam hati aku bersyukur,
alhamdulillah ya Allah, berkahi anak cucuku, agar senantiasa terpaut dengan
masjid.
“Kakak, Umi pengen punya anak
yang sholih.” Itu yang senantiasa kuulang dan kusampaikan. Rasanya tak berlebih
jika aku berharap kelak anak-anakku menjadi generasi shalih-shalihah, yang
senantiasa saling menolong dalam ketaatan.
Bulan depan kakak genap 7 tahun.
Aku ingin dia sudah bisa membaca Al-Qur’an. Meski saat ini jilid 4 saja masih
terbata. Namun aku optimis dia pasti bisa InsyaAllah. Tentang sholat, memang
aku tidak menggegas dia utuk sholat. Hanya saja yang aku tekankan saat usia 7
harus belajar sholat. Karena itu perintah Allah.
“Bulan depan, kakak usia 7. Dan
itu pas bulan Ramadhan. Jadi kita harus bersiap mulai sekarang. Umi pengen
kakak sudah bisa baca Al-Qur’an di usia iitu.” Begitulah, saat kuungkapkan harapanku
kemarin sore.
“Penting mana bisa membaca buku
sama membaca Al-Qur’an?” tanya kakak.
“Penting baca Al-Qur’an.” Jawabku
mantab. Karena aku tahu kakak sudah bisa membaca buku.
Hanya perlu waktu sekitar 1
sampai 3 bulan untuk mengajari dia bisa membaca. Mengingat kakak hanya beberapa
minggu saja masuk PAUD, dan selebihnya dia ikut saya ke sekolah. Aku sendiri
hanya akan mengajarkan dia membaca saat dia bertanya. Jika tidak, aku pun hanya
membacakan buku yang dia minta.
Upss... ceritaku ngelantur
kemana-mana dan nggak fokus. Tapi biarlah, sebagai coretan ringan yang kelak
pasti akan bermanfaat sebagai terapi stok 300 kata.
Jumat, 01 Januari 2021
Belajar Lagi Untuk Menulis
Senin, 14 September 2020
Ikhtisar Materi 4: What is The Mission of Life, Urngency and Criteria
Senin, 31 Agustus 2020
Ikhtiar Materi 2: Islamic Concept of Life and Happines
"Ilmu agama ibarat cahaya, sedang dunia ibarat bayang-bayang semata.
Saat kita fokus mendekati cahaya, maka bayang-bayang akan semakin besar dan mengikuti kemanapun kita pergi.
Akan tetapi sebaliknya, jika kita mengejar bayangan, cahaya akan semakin jauh, sedang bayangan akan semakin mengecil."
Begitu pula makna bahagia. Saat kita fokus berusaha untuk memahami makna keberadaan dan misi penciptaan kita, Insya Allah kelapangan itu akan ada. Namun sebaliknya, jika kita salah dalam memaknai hidup dan hanya memikirkan materi semata, maka kesempitan yang akan kita dapatkan.
Sebagaimana FirmanNya.
Al-An'am 6:125
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Minggu, 23 Agustus 2020
Ikhtisar Materi 1: Tazkiyatun Nafs dan Concept of Human Nature (Fitrah Konsept)
Alhamdulillah dapat kesempatan kembali untuk belajar bersama Ust. Harry Santosa. Kali ini tentang Tazkiyatun Nafs. Tazkiyatun Nafs adalah perkara hati yang menuntut kita untuk jujur terhadap diri sendiri, dan mampu mendengarkan isi hati. Ditengah rumitnya krisis yang melanda negeri ini, seringkali kita mengabaikan suara hati saat melihat realita. Disinilah perlunya kita kembali mengasah hati, mensucikan jiwa dan kembali pada fitrah.
Mengingat kembali The Day of Alastu, Q.S Al-A’raf (7): 172.
Allah berfirman: “Dan (ingatlah), ketika
Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini
Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.”.
(Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya
kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”
Pada hari penciptaan, Allah telah menginstalkan 3 hal dalam
diri setiap manusia, yakni:
1.
Allah mengenalkan diri-Nya sebagai Rabb.
Pencipta dan Pengatur urusan manusia.
2.
Fitrah. Karena setiap manusia terlahir dalam
kondisi fitrah.
3.
Kemampuan untuk memahami ilmu yakni Kitabullah. Ayat-ayat
Allah baik dalam Al-Qur’an maupun dalam kehidupan, manusia dan alam semesta.
Ketiga hal tersebut adalah bekal bagi manusia dalam
menemukan misi spesifik hidupnya sebagai Khalifah di muka bumi. Dengan cara
tersebut manusia dapat memahami dari mana mereka berasal, untuk apa hidup di dunia
dan kemana mereka akan kembali. Sehingga mereka akan senantiasa berusaha untuk
tetap berada di jalan yang lurus (Syiratal mustaqim) dengan misi spesifik yng
telah Allah gariskan. Kelak, saat kembali kepada Allah termasuk dalam golongan
Nafsul Muthmainnah. Q.S Al-Fajr: 27-28. Allah berfirman: “Hai jiwayang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha
dan diridhai-Nya.”
Berikut adalah upaya yang bisa kita lakukan untuk Tazkiyatun
Nafs:
1.
Mu’ahadah. Menyadari janji dan maksud
penciptaan.
2.
Muroqobah. Menjemput takdir peran perdaban.
3.
Muhasabah. Mensyukuri dan melacak nikmat sumber
daya potensi pada diri dan orangtua.
4.
Mujahadah dan Hijrah. Merancang hayatun
thayyibah dengan sungguh-sungguh dan berani hijrah.
5.
Taufiqullah. Menyerahkan sepenuhnya kepada Allah
berharap agar kehendak kita bertemu dengan kehendak Allah.