Laman

Tampilkan postingan dengan label EVENT LOMBA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EVENT LOMBA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Oktober 2012

KEMATIANKU DAN PERNIKAHANNYA


Hari ini, adalah pernikahan adik tiriku. Aku beranjak dari tempat tidurku, berjalan perlahan menuju jendela, kubuka tirai yang sedikit bergoyang tertiup angin pagi yang menyapa wajahku yang sayu. Kutatap lekat-lekat matahari yang mulai beranjak perlahan dari peraduannya. Semalam bintang terlihat indah bersinar, begitupun dengan matahari pagi yang hari ini cahayanya mampu menghangatkan hatiku yang sedang risau. Indahnya mentari pagi yang kupandang lekat-lekat seperti ini tanpa sadar membawaku kembali ke masa-masa dimana aku dan semua perlakuan burukku kepadanya…
            “Ambilkan itu!” Perintahku pada gadis mungil yang cantik berkulit kuning langsat. Ia menatapku sejenak, sebelum akhirnya beranjak mengambilkan kotak make up yang terletak tak jauh dariku. Aku senang sekali mengerjainya, karena aku memang tak suka kepadanya! Adik tiriku, Dinda!.  Ia menyerahkan kotak make up padaku. Aku menerimanya dengan kasar. Hari ini aku akan membuat dia menangis di hari bahagiaku! Rasakan! Batinku.
            Seseorang datang, seorang wanita paruh baya tersenyum padaku. Ia mendatangiku dan melihat wajahku. Ia berniat membantuku berdandan, tapi aku menepisnya dan menyuruhnya menjauh dariku. Wajah kecewanya kembali terpampang rapi diparasnya yang ayu. Dia ibu tiriku yang kubenci, karenannya aku diabaikan! karenanya dan dia, adik tiriku,ayahku mengabaikanku!
Saat prosesi ijab kabul, sempat tertangkap olehku, adikku  menghapus air matanya, ia tertunduk. Rasanya aku senang sekali membuatnya terluka seperti ini. Bagaimana tidak? Aku menikah dengan orang yang selama ini ia cintai, pemuda yang sering ia ceritakan kepada ibunya dan juga ayahku!.
            “Apa kau benar-benar tidak tahu siapa pendonormu selama ini?” Tanya dokter muda dihadapanku. Aku menggeleng kearahnya. Ia menatapku tak percaya. Aku menatapnya kebingungan. Ia lalu berangsur pergi meninggalkanku setelah mengucapkan dua kata “Kau keterlaluan!”.
            Aku masih bingung dengan sikapnya. Saat ia berjalan menjauh dariku dan menghilang dibalik pintu kamarku, aku buru-buru mencabut semua selang yang menancap ditubuhku.  Darah segar mengalir dari telapak tanganku saat aku mencabut jarum infuse dengan paksa. Aku berjalan tertatih-tatih kearah dimana dokter itu berada. Ia pasti diruangannya! Pikirku. Kakiku mulai lemah kurasakan… Aku mencoba berjalan tegar sembari menutupi telapak tanganku dengan tanganku yang lain saat kurasakan darah terus mengalir dan mengalir… Mataku mulai kurasakan berkunang-kunang. Meski begitu aku bisa membaca didinding pintu sebuah tulisan “dr. Saiful” aku tinggal beberapa langkah lagi dari pintu itu.
            Saat aku hendak memutar pintu ruangan itu, telingaku menangkap sebuah percakapan dan suara isak tangis yang sangat kukenal.
            “Aku tak bisa menjalankan operasi itu Dinda! Katakan pada Ayahmu semuanya! Semua sikap buruk kakakmu padamu!” Ucap dokter Saiful marah. “Dia hanya kakak tirimu!” tambahnya keras. Hatiku bertanya-tanya, memang apa hubungannya operasi yang akan kujalani dengan Dinda?
            “Dia memang kakak tiriku, tapi kami seayah!” Ucap Dinda lirih. Aku terperanjat kaget mendengar pernyataannya barusan. Tidak mungkin! Ia dan ibunya baru pindah kerumahku 13 tahun yang lalu. Saat itu usianya masih balita dan aku sudah kelas 3 SD, dan bagaimana mungkin aku memiliki adik yang satu ayah denganku, sedangkan ibuku baru meninggal tiga bulan sebelum pernikahan ayahku digelar dengan ibu tiriku? Pikirku.
            “Aku…… aku adalah anak hasil pengkloningan… aku diinginkan lahir karena kakakku…. Ibuku adalah adik kandung dari Bibi Amira.” Tambah Dinda lirih… Apa? jadi ibu tiriku adalah tanteku? Ada apa ini sebenarnya?
            “Kau tidak perlu berbuat seperti itu… Dinda gadis yang baik..” Ucap Rizal…
            “Kau suka padanya?” Tanyaku kesal karena ia terus membela Dinda.
            “Maksudmu apa? Bukankah aku suamimu?” Ucapnya kesal. Ia menatapku marah.
            “Kau pasti tahu kan kalau adik tiriku yang kau sayangi itu menyukaimu?” Ujarku. Ia terperanjat kaget. “Aku menikahimu karena aku ingin melukai Dinda! Aku benci dengannya! Ayahku, satu-satunya keluarga yang aku miliki lebih menyayanginya, dan ia mengabaikanku! Ia lebih dan lebih menyayangi Dinda, dan aku benci Dinda!” Teriakku kesal
            “Plakk!!!” Rizal menamparku. Aku tersenyum remeh.
            “Ternyata kau juga mencintainya!” Tambahku. Hatiku semakin sakit terasa. Aku menatap Rizal yang menatapku penuh amarah.
            “Suatu hari nanti kau akan tahu siapa sebenarnya Dinda.. dan asal kau tahu aku tak pernah mencintainya!” Ucapnya tajam.
            Ia lalu berangsur pergi meninggalkanku sendirian dikamar ini. Sunyi dan sepi. Aku menatap diriku yang menyedihkan dicermin. Bekas tamparan yang baru saja kuterima masih terasa sangat panas. Lalu darah segar mengalir dari hidungku, bersamaan itu pula beberapa helai rambutku kutemukan ditelapak tanganku. Lalu perlahan demi perlahan kepalaku terasa pening dan gelap mulai datang, memenuhi ruang mataku, selebihnya aku tak tahu apa-apa.
            Aku berlari keluar rumah sakit. Menyetop sebuah taksi. Dr. Saiful masih mengejarku. Ia menatapku dan mobil taksi ini yang semakin menjauh darinya yang berdiri dihalaman rumah sakit. Tanganku masih terasa sakit karena jarum infuse yang kulepas paksa. Air mataku tiba-tiba meleleh. Hatiku berdegup kencang sekali. Saat aku sudah sampai dirumah, aku disambut dengan suara-suara doa yang mengalir dan mengalun lirih memenuhi rumahku. Terlihat Dinda menangis dipelukan ibunya.
            Aku mengalihkan pandaganku dari Dinda kearah sesosok yang tergeletak ditengah-tengah doa, ditengah-tengah orang-orang yang berpakaian hitam yang mengelilingi sesosok yang ditutup kain batik itu. Air mataku semakin deras mengalir. Aku berjalan mendekat. Menyingkirkan tubuh Dinda agar tak menghalangi langkahku. Aku terduduk diatas karpet yang menjadi saksi kesedihan hatiku.
Perlahan namun pasti, kubuka kain batik itu, tertangkap oleh kedua mataku, sosok yang tampan dan yang mulai kucintai karena kebaikan dan ketulusannya bersamaku selama dua tahun ini. Matanya kini tertutup rapat. Tak ada lagi yang memegang tanganku saat dokter menyuntikkan cairan demi cairan di tulang punggungku. Tak ada lagi yang membelai rambutku dan menyisir rambutku dengan lembut. Tak ada lagi yang menghapus air mataku saat aku kesakitan merasakan penyakitku.
            “Kak.. maafkan aku.. aku… aku sungguh-sungguh…” Ucap Dinda lirih
            “Diam!” Perintaku. Aku menatapnya tajam. “Kau ambil ayahku! Dan sekarang karenamu, suamiku meninggal!” Teriakku padanya. Seketika  lantunan doa terhenti karena teriakanku barusan. Dinda masih menangis. Kecelakaan merenggut nyawa suamiku.
            Seorang pria paruh baya masuk… Aku menatap pria paruh baya itu dengan penuh sayang. Ia berjalan mendekat kearahku, kami sudah berdiri berjejer sembari menyaksikan mentari pagi yang memandang kami penuh kasih. Aku menyandarkan kepalaku didadanya, dan sebuah air mata  kembali mengalir…
            “Ayah.. maafkan Naura….” Ucapku lirih. Nafasku masih berat kurasakan. Kepalaku terasa amat sangat sakit dan pinggul sebelah kiriku terasa sangat ngilu.
            “Kau harus berebah.. sore nanti kau akan menjalankan operasi..” Ucap Ayah lirih. Ia kemudian menuntunku keranjang. Aku berebah. Tak lama kemudian Ibu dan adik tiriku datang. Dinda terlihat cantik dengan gaun kebaya putihnya… disusul dr. Saiful terlihat tampan dengan jas kebesarannya. Ia mengingatkanku kepada Rizal, mendiang suamiku.
            Suasana terasa begitu khidmat sekali. Nafasku semakin berat kurasakan. Ayah menyerahkanku untuk bersanding dengan ibu saat namanya dipanggil dan diminta untuk menikahkan adikku. Dua orang lelaki berjabat tangan, mengucapkan janji pernikahan atas namaNya dihadapan para malaikat yang mengamini. Mataku mulai berkunang-kunang.        Dan entah mengapa, aku melihat sesosok suamiku berdiri dihadapanku dengan senyumnya. Air mataku kembali meleleh kembali menatapnya yang bercahaya menatapku dengan tatapan yang penuh kasih.
            Ya Ilahi… persatukan kami kembali
            “Sah?”
            “Sah…” Hanya dua kata itu yang mampu kutangkap. Aku masih menguatkan diriku kala kurasakan sakit disekujur tubuhku mulai menguat dan lemah yang menguasai ragaku. Setelah doa selesai, aku terjatuh dipangkuan Ibu. Kupandang samar-samar dr Saiful yang memeriksaku. Kucari tangan adikku, dan saat aku menemukan tangannya, air mataku meleleh, bersamaan dengan darah segar yang mengalir dihidungku..
            “Maaf.. dan.. te.ri. ma kasih… telah.. menjadi.. donor.. ku.. adikku…” Ucapku lemah. Lalu gelap datang bersama dua orang berbaju putih…
            Aku dan suamiku, Rizal melihat ragaku yang dipeluk dan ditangisi oleh Dinda. Dinda, ia adikku, kami sedarah dari Ayah. Adikku yang dilahirkan hasil pengkloningan antara tante Amira dan Ayah demi menjadi donor saat aku terkena penyakit Leukemia. Mulai dari tali pusarnya, sumsum tulang belakangnya semua ia berikan padaku dengan diam-diam. Aku selalu iri dan marah kepadanya, namun ia tak berhenti menjadi pendonor untukku yang jahat kepadanya, dan sampai kebenaran ini terungkap ia rela mendonorkan ginjalnya untukku sore nanti, di meja operasi yang telah disiapkan. Begitu jahatnya aku melukai hati dan persaannya yang tulus mencintaiku selama ini. Untuk menebus dosaku, aku sengaja memilih hari ini untuk operasi, menunggu penyakitku semakin menguat dan membuatku mati sebelum operasi itu terjadi. Aku tak ingin menjadi bebannya untuk selama-lamanya dan hanya dr. Saiful yang tahu akan hal ini.
***

Selasa, 23 Oktober 2012

AKHIR CINTA GADIS NOVEL


Sevilla Attauriyah, ia adalah sahabatku sekaligus sepupuku. Gadis yang ramah, periang dan memiliki daya khayal yang tinggi. Ia pandai menyembunyikan perasaannya. Meskipun ia masih sepupuku, aku kadang bingung dengan semua sikapnya yang mudah berubah-ubah.
 “Brak…!!” Sevilla melemparkan lima novel kesayangannya ke lantai. Lagi-lagi pemuda yang disukainya memilih gadis lain.
Dia sangat marah dan jengkel, bukan karena kegagalannya. Tapi karena adegan dalam  kehidupannya tak seindah ending adegan tokoh dalam novel yang dikaguminya. Menurutnya tak satupun dari mereka yang cocok dengan kehidupannya. Mulai dari Edensor, Diorama Sepasang Albana, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, termasuk novel terakhir yang dibacanya, Diwan Cinta Islam.
Tak puas dengan novelnya, iapun mencari kumpulan diary-diary lamanya. Ia punya kebiasaan memberi kado khusus untuk dirinya sendiri, yaitu diary baru di setiap hari ulang tahunnya. Dibukannya koleksi diary yang lama tak disentuhnya. Ia mencari tahu, apakah ia salah menulis dalam proposal rencana hidupnya. Hingga hari ini, di usiannya yang genap 24 tahun tak jua ada lelaki yang tulus mencintainya. Semua cintanya kandas ditengah jalan.
“Planning yang meleset.” Gumamnya. Ia ingin melanjutkan studi S2, tapi ternyata orang tuanya tidak mengizinkan sebelum ia menikah. Di desa tempatnya tinggal, hanya ia satu-satunya gadis yang berusia di atas 20 tahun yang belum juga menikah. Batinnya menjerit, “Apakah Tuhan kelupaan menciptakan jodohku? Hingga kini kenapa ia tak kunjung hadir juga?”
Diliriknya novel karya Andrea Hirata, “Edensor” kisah kegigihan Ikal dalam mencari A Ling, gadis berjari lentik yang mempesonanya diwaktu kecil. Cinta Ikal kecil pada gadis itu tak pernah pudar, mesti mereka terpisah oleh ruang dan waktu. Bahkan apapun dilakukan Ikal demi gadis bernama A ling. Kisah Edensor itu mengingatkanya pada seorang pemuda yang pernah mengungkapkan perasaannya dimasa lalu.
 Aldi Ramadhan. Dialah seorang pemuda yang memikat Sevilla untuk pertama kalinya. Dialah sahabatnya semenjak kecil, mereka bersama mulai di bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama. Keduanya tak tau apa arti kedekatanya itu. Mereka baru menyadari rasa itu saat keduanya saling berpisah untuk studi masing-masing. Sampai suatu ketika takdir mempertemukan keduanya melalui jejaring sosial. Saat itu Aldi telah berada di luar negeri.
Jalinan yang begitu indah, antara dua insan yang saling berpisah dalam waktu yang lama. Kisah merekapun dimulai, gayung bersambut penuh romantisme cinta masa muda. Meski Aldi berada di Negeri Fir’aun, tak menghalangi mereka untuk memadu kasih. Pemuda itu memintanya untuk menanti, dan Sevilla pun berjanji akan menanti Aldi hingga pulang ke tanah air.
Tapi kenyataan tak seindah angan, Aldi menghianati cintanya. Setelah kepulangannya ke tanah air, Aldi menjalin kasih dengan Tania, temannya sewaktu SMA. Sevilla merasa hatinya benar-benar hancur, semudah itukah ia berpaling? Sekian lama mereka menjalin hubungan, masa penantian yang telah dilewati, semuanya kandas.
“Ikalku tak sesetia Ikalnya A Ling” gumamnya sambil mengusap air matanya yang mulai menetes. Itulah saat tersulit dalam hidupnya, cinta pertamanya kandas.
***
Masih jelas dalam ingatanku, saat kami menginjak semester 5, tepatnya setahun setelah kehilangan Aldi, Ia mencoba untuk bangkit dari keterpurukannya. Siang itu sepulang acara seminar kampus, Ia menghampiriku dengan senyum mengembang sambil membawa sebuah novel “Diorama Sepasang Al-Bana” yang mengisahkan cinta seorang eksekutif muda yang pernah menjadi aktifis Kampus.  
“Kamu kenapa? Keliatannya seneng banget?” Tanyaku penasaran.       
“Aku jatuh cinta pada sosok Ryan Fikri.”
“Kamu harus berubah dulu menjadi sosok seperti Rani, seorang aktifis kampus yang jago dakwah.”
Sevi menganggukkan kepala dengan penuh keyakinan. Seraya berkata,
“Aku akan berubah seperti Rani, yang seorang aktivis kampus. Percayalah, aku akan mendapatkan sosok Ryanku.”
Saat itu aku hanya terdiam mendengar apa yang diucapan sahabatku itu. Dan ia benar-benar berubah dalam waktu singkat. Ia tampil menjadi seorang akhwat yang lengkap dengan jilbab besar dan juga berkaos kaki. Ia terhipnotis dengan sosok Ryan.
Obsesinya menemukan sosok Ryan Fikri membawanya bertemu dengan Ruslan. Seorang pengusaha muda beromzet milyaran dari daerah Jakarta. Pertemuan yang berawal dari acara kampus. Kebetulan Ruslan yang juga seorang trainer menjadi pemateri dalam acara itu.
“Inilah Ryan Fikri. Eksekutiv muda”, gumamnya dalam hati.
Tapi sayang, ternyata ia telah beristri. Sevilla kalah cepat, ternyata pemuda itu menikah muda sejak usia 20 tahun.
***
Ari adalah figur lelaki ideal dimata Sevilla, teman sesama aktifis kampus. Ia lah yang membantunya keluar dari keterpurukan. Hingga suatu ketika Ia mendengar kabar bahwa Ari telah mengkhitbah seorang gadis yang masih saudara dengan murabinya. Sevilla sangat terpukul mendengar berita itu. Selama ini dia diam-diam memendam rasa pada pemuda itu.
Malam itu, kisah pahit harus terulang lagi. Sevilla tak dapat membendung perasaannya, ia mengumpulkan segenap keberaniannya untuk menghubungi Ari, ingin mendengar langsung darinya.
Sevilla: “Assalamu’alaikum. Ini Sevi…”
Ari       : “Wa’alaikum Salam. Ada apa?”
Sevilla : “Aku ingin tanya, apa kau akan pergi?”
Ari       : “Maksudnya…?”
Sevilla : “ Apa kau akan pergi jauh, membangun kota dengan yang lain?”
Ari       : “Aku hanya mengikuti arah takdir.”
Sevilla : “Kemana ia menuju?”
Ari       : “Ketempat yang jauh, ke suatu tempat yang tak pernah kita duga sebelumnya.”
Sevilla : “Katakan padaku, apakah selama ini hanya aku seorang yang membangun kota                                impianku?”
Ari       : “Jangan berfikir begitu. Kamu tak pernah sendirian membangun kota itu.”
Sevilla : “Beritahu aku, peran apa yang harus aku mainkan dalam adegan ini?”
Ari       : “Jadilah Gadis yang dicintai Umar tapi tak menikah dengannya, atau jadilah Gadis yang                 memiliki jiwa seperti Umar, yang mampu mengendalikan perasaannya.”
Sevilla : “Itu bukan hal mudah.”
Ari       : “Aku tahu itu. Tapi aku tahu pula kau adalah gadis yang tegar”.
Sevilla : “Bagiamana kalau aku tak mampu bersikap seperti Umar, dan kisah Maria akan                               terulang?”
Ari       : “Itu tidak akan terjadi, aku tahu siapa kamu. Jadilah sosok Ar-Rumaisya yang mampu                     menyembunyikan kerapuhan hatinya. Dan tampillah seperti tak terjadi apa-apa. Ada hal lain yang lebih penting yang harus kita upayakan. Yakni Ummat dan dakwah ini. Assalamu’alaikum.”
Sevilla : “Wa’alaikum salam.”
***
            Malam itu, Sevi menangis dalam pelukanku.
“Manangislah, agar hilang separuh bebanmu.” Ucapku menengankannya.
“Kanapa Yan, kenapa semua kisahku berakhir seperti ini?”
“Bersabarlah..”
“Ikalku tak sesetia Ikalnya A Ling. Ryan Fikriku tak berjodoh denganku. Kenapa ending kisahku tak seindah novel itu Yan?” Tanyanya padaku.
“Kenapa kau tak buat kisahmu sendiri Sev? Kamu tak perlu jadi Rani, A ling ataupun Maria. Ryan Fikri itu tokoh fiktif, ditengah kesempurnaannya, Ia tak tau asal usulnya. Fahri, kamu bukan Aisya dalam lakon itu. Kau berperan sebagai Maria, apa kamu sanggup hanya menjadi yang kedua? Sedang kisah Islam, apakah tak terlalu sakit berperan sebagia Azka yang tahu bahwa Islampun mencintainya, setelah ia menikah dengan orang lain?”
Sejenak ku pandang matanya yang basah oleh air mata.
“Kau benar Yan, aku harus membuat kisahku sendiri. Aku tak akan terpaku pada novel-novel ini lagi. Akan kutuliskan kisah yang ingin kugapai.”
Aku tersenyum mendengar ucapannya.
“Ah… Benar-benar  Gadis novel. Aku tak tau seberapa besar kekuatan pena yang mampu menembus banyak kepala, dan menggerakkan orang-orang seperti Sevilla untuk menyusun cinta seperti yang diinginkan penulisnya.” Gumamku dalam hati.
Sejak saat itu, ia tak lagi terlihat dengan novel-novel kesayangannya. Ia mengalihkan kesedihannya dengan menekuni dunia kepenulisan. Karyanya berhasil menghiasi Koran harian dan juga beberapa majalah.
“Yan, makan yuk. Aku yang traktir, tulisanku dimuat lagi. Hmm… aku bosan hanya menjadi korban tulisan, aku ingin tulisanku juga bisa menghipnotis banyak orang dengan nilai-nilai Islam, dan mampu menggerakkan mereka untuk dakwah.”
***


Dua tahun kemudian…
“Yana…!” Suara yang tak asing lagi. Ku arahkan pandanganku ke sumber suara. Terlihat sosok Sevi sedang menggendong bayi mungil. Eits… siapa pria yang ada disampingnya. Sepertinya aku kenal. Yaps.. Aldi, aku tak salah lagi. Dia adalah Aldi.
Kupeluk Sevi, dan kutarik menuju tempat yang agak sepi.
“Hei, apa yang terjadi dengan novelmu? Kenapa kamu bersama Aldi lagi?”
Dia tersenyum cerah. Dua tahun lalu, aku harus mengikuti suamiku keluar negeri. Sejak saat itu kami kehilangan kontak karena kesibukan masing-masing.
“Ini semua berkat kamu. Aku mencoba menulis kisahku sendiri. Aku bukan Maria, Rani, Azka, ataupun A ling. Aku hanya jadi diriku sendiri. Maria berkorban penuh ketulusan, Rani gadis yang periang dan juga aktivis, Azka yang senantiasa teguh memegang dakwahnya, A Ling yang berjuang keras demi hidupnya, aku hanya belajar dari mereka untuk menjadi diriku sendiri. Dan terus mengasah penaku untuk berdakwah melalui tulisan-tulisanku.
 Dan lihatlah, tulisan itu menggerakkan Ikalku kembali. Setelah menempuh S2 nya, Ia merubah dirinya menjadi sosok Islam yang aktivis dan datang kembali padaku dalam kondisi Ryan Fikri yang seorang Eksekutive muda. Tambah lagi dia juga lulusan Kairo seperti Fahri.” Kisahnya padaku dengan penuh semangat.
Gadis novel, ternyata kamu belum berubah. Meski kini kamu telah memiliki kekuatan pena yang mampu menggerakkan setiap pembacamu, tapi masih saja kisah novel itu mewarnai hari-harimu.
*Cerpen PerdanaQ di Antologi Cinta bernilai Dakwah 

TABIR TAKDIR


Daun itu kering berguguran
Satu demi satu, menyela kesakralan malam
Saat hati tak lagi dapat menerka
Kemana arah cinta bermuara

Betapa tidak??!
Hati yang  meranggas, kian mengganas
Berharap setetes embun menghampiri
Menyapa daun yang kian melayu

Kuseka air mata yang membanjir
Menghiasi bait-bait panjang istiqarahku
Menanti malam sempurna dalam kelam
Menemani bintang dalam diam

Biarlah terus kususuri arah musim
Yang kelak pasti kan berganti
Menepis gundah raungan di hati
Dalam keyankinan memburu tabir takdir

Sabtu, 20 Oktober 2012

AKU SAYANG BAPAK…!!!



            “Brakk…!” Kubanting pintu kamarku dan menguncinya rapat-rapat. Aku marah dan kecewa dengan apa yang diputuskan Bapak. Bapak melarangku melanjutkan ke SMU Negeri 1 Trenggalek, SMU yang sekian lama aku impikan, bahkan sejak aku masih di bangku SD. Entah apa alasan Bapak, yang tetap menyuruhku untuk masuk pesantren. Impian yang aku bangunpun hancur berkeping-keping.
            Hari itu hari ke tujuh, perang dingin antara aku dan Bapak. Sudah berapa brosur yang ku tolak. Raden Paku, Tebu Ireng, Darul Ulum, Arrisalah, hingga Gontor Putri mantingan. Aku tak terarik sama sekali. Aku masih kukuh pada pendirianku, SMU Negeri 1. Hingga malam itu, suatu peristiwa terjadi. Bapak tak pulang. Ibuku gelisah, tak tahu harus menghubungi siapa. Waktu itu, HP belum banyak seperti sekarang. Telepon rumahpun kami masih belum punya. Aku merasa bersalah. Sangat, sangat, sangat bersalah.
 Pagi harinya, saat aku terbangun, kudengar suara Bapak di balik pintu kamarku. Dari situ aku tahu, ternyata Bapak sudah pulang. Bapak bercerita tentang perjalanannya mencari Pondok Gontor Putri. Dengan bermodal informasi yang dimiliki, Pondok Gontor ada di Ponorogo. Bapakpun berfikir, pasti pondok putrinya tak jauh dari situ juga. Ternyata, dugaan Bapak salah. Setelah bertanya sana sini dengan penduduk berkali-kali, dari Trenggalek, Ponorogo, Madiun, Magetan pun terlewati, seolah tak sampai-sampai. Tapi Bapak tak menyerah, hingga menjelang asar Bapak baru sampai di Mantingan. Itulah alasan kenapa Bapak tak pulang semalam.
Diam-diam hatiku luluh, tak kuasa aku menahan deraian air mataku. Bapakku yang rela menempuh jarak sekian jauhnya, antara Trenggalek dan Ngawi yang hampir perbatasan Jawa Tengah dengan mengendarai Shogun Hitam seorang diri. Sedangkan orang tua yang ingin mendaftarkan putrinya disana, semuanya bermobil. Hanya Bapakku yang naik motor. Itu semua dilakukan Bapak demi aku.
Terakhir, Bapak menawarkan Pesantren Putri Al-Mawaddah padaku. Aku tak kuasa menolak tawaran Bapak, karena aku tahu Bapak sangat ingin aku masuk pesantren. Dan Bapak tak akan pernah berhenti mencari banyak pesantren untuk direkomendasikan padaku, dengan harapan aku akan memilihnya.
 Kupandang sosok lelaki yang kupanggil Bapak itu, guratan wajahnya menyimpan banyak tanggung jawab. Tanggung jawab sebagai seorang Bapak untuk menjaga dan mendidik anak gadisnya. Bapak yang tak pernah marah saat harus mendatangi surat panggilan orang tua dari sekolahku, Bapak  yang pernah patah tulang karena terserempet kendaraan sepulang mengantarku sekolah, Bapak yang setiap hari kesawah demi membayar sekolahku.
Betapa jahatnya aku, jika aku bersikukuh pada keinginanku tanpa menghiraukan keinginan Bapak. Aku rasa, Bapak melakukan ini semua demi kebaikanku juga. Akupun menata hatiku, untuk menerima tawaran Bapak. Melanjutkan sekolahku di Pesantren, dan pilihan itu jatuh pada Pesantren Putri Al-Mawaddah Ponorogo. Aku lakukan ini semua demi Bapak. Meski dalam hatiku masih tersimpan impian itu, mungkin aku tak punya kesempatan masuk SMU 1 sebagai siswi, tapi aku masih punya kesempatan kedua. Aku akan masuk SMU itu sebagai seorang guru. 


*ini ikut event pengorbanan cinta 

Rabu, 17 Oktober 2012

Undangan Menulis Kisah Inspiratif "Hikmah Berjilbab dan Mengenakan Hijab


 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..


Haii, jumpa lagi di event ke dua saya. Di kesempatan kali ini saya ingin mengadakan sebuah event kisah inspiratif dengan tema “Hikmah Berjilbab dan Mengenakan Hijab”. Nah, bagi siapapun yang ingin turut serta dalam audisi ini dipersilahkan untuk menyertakan satu karya terbaiknya. Begitupun dengan semua sahabat penulis yang telah menyertakan naskahnya di event pertama saya, baik yang naskahnya telah lolos ataupun belum lolos. Kepada siapapun yang ingin ikut serta dalam event ini. Yang memiliki kisah-kisah unik, namun juga dapat memberi inspirasi yang baik. Tunggu apa lagi! :D

Saya memberi beberapa kategori pilihan :

Untuk wanita :

  • Hikmah setelah mengenakan jilbab dan menyempurnakan syar’i
  • Kendala sebelum dan ketika telah mengenakan jilbab atau hijab
  • Apa yang kamu rasakan setelah mengenakan jilbab (Perbedaan antara sebelum mengenakan jilbab dan sesudah mengenakan jilbab)
  • Peristiwa menarik, lucu, sedih, bahagia, atau apa saja yang telah kamu rasakan setelah mengenakan jilbab dan hijab sesuai syar’i

Untuk pria :

  • Apa pendapatmu mengenai wanita yang mengenakan jilbab sesuai syar’i
  • Apa yang kamu rasakan terhadap wanita yang mengenakan jilbab dengan wanita muslimah yang tidak mengenakan jilbab dan hijab sesuai syar’i
  • Apa hikmah yang kamu dapatkan dengan penampilan wanita yang menutup auratnya secara benar
  • Peristiwa menarik, lucu, sedih, bahagia, atau apa saja yang telah kamu rasakan setelah mengenal sosok wanita yang berjilbab sesuai syar’i.


Ketentuan :
  1. Kisah inspiratif. Panjang tulisan 3-4 halaman, spasi 1,5, kertas A4, jenis huruf TNR ukuran 12, margin 3 cm atau 1,18 inci semua sisi.
  2. Tulis biodata narasi di bagian akhir naskah maksimal 100 kata.
  3. Peserta Audisi wajib bergabung di group “The Miracle Of Writing (Budayakan Dunia Tulis Menulis)”  dan meng-Add akun facebook Putri An-Nissa Nailhatul Izzah.
  4. Lebih mengedepankan kisah yang inspiratif dan membangun.
  5. Karya masih orisinil dan belum pernah dipublikasikan atau diikutkan Audisi/Lomba di tempat lain.
  6. Setiap peserta hanya boleh mengirim 1 tulisan terbaiknya.
  7. 20 tulisan terbaik akan dibukukan melalui penerbit mayor, jika tidak berhasil maka akan di terbitkan di penerbit indie soega publishing.
  8. Tulisan yang dikirim harap sudah sesuai EYD.
  9. Sebarkan informasi ini di note FB, tag minimal 20 teman atau bisa juga memposting event ini di Blog kamu.
  10. Tulisan dikirim dalam bentuk LAMPIRAN FILE ( Attach File ) ke email :  bianglalahijrah@ymail.com , dengan Subject: Judul Tulisan – Nama Akun FB penulis. Di mulai sejak tanggal 17 Oktober 2012 – 20 November 2012 pukul 17.00.
  11. Update peserta dan pengumuman bisa di lihat di group atau di dinding facebook Putri An-Nissa Nailhatul Izzah
  12. 3 penulis terbaik akan mendapat 1 eksemplar bukti terbit. Dan untuk setiap kontributor mendapatkan discount khusus saat pembelian buku.
  13. Hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahami dapat diajukan langsung ke group. Atau melalui koordinator.
  14. Koordinator/Penyelenggara : Putri An-Nissa Nailhatul Izzah

            “Alhamdulillah, setelah mengenakan jilbab. Aku merasa lebih aman dan disayang oleh Allah. Tidak ada lagi cowok-cowok usil yang berani gangguin, lebih merasa dihargai dan lebih sabar juga hati-hati dalam bertindak. Kalau dulunya sebelum berjilbab, ketika di tengah jalan ketemu sama cowok-cowok usil pasti langsung nyiulin. Tapi sekarang mereka hanya mengucap salam. Pokoknya, ada banyak hikmah yang telah aku dapatkan setelah mengenakan jilbab.”
(Mba Nita teman terdekatku.)

So, berjilbablah! Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona, dan tentunya sejuk dimata. Yukk, bagi-bagi kisah yang menginspirasi sahabat-sahabat muslimah yang lain untuk semakin teguh menjaga jilbabnya. Dan untuk saudari muslimah kita yang belum mengenakan jilbab, semoga segera mendapat hidayah dariNya untuk bergabung di antara barisan bidadari-bidadari calon penghuni syurga. Salam pena sejiwa dan sedakwah!! ^_^

FF, 18 September 2012 "SUARA HATI SANG BINTANG"


Aku kecewa pada Bulan. Kenapa ia masih mengharap bertemu dengan Matahari, padahal ia sendiri tahu bahwa hal itu mustahil. Kenapa ia tak pernah menyadari keberadaanku, aku yang selalu berada disampingnya saat kelam menyelimuti malam. Membuat langit penuh warna, membuat suasana malam tak lagi mencekam, aku yang selalu ada untuk Bulan.
Begitu istimewakah Matahari di mata Bulan?
Hingga ia tak bisa melihatku...
Bulan pernah bilang, ia mencitai Matahari karena Mataharilah yang membuat ia dapat bersinar.
Bukankah Matahari juga sama-sama Bintang sepertiku??
Apakah karena sinarku tak secerah Matahari??
Apakah karena orbitku tak searah dengan Matahari??
Aku tak habis fikir, kenapa semesta kadang tak adil. Kenapa Bulan mencintai Matahari,  yang bahkan tak pernah memikirkan Bulan. Ia bahkan hanya memanfaatkan Bulan untuk menyinari Bumi di malam hari. Kenapa Bulan tak juga sadar, Matahari mencintai Bumi.
Aku yang sepenuh hati mencintai Bulan, kenapa aku tak bisa mendapatkan cintanya?
Inikah yang dinamakan takdir?
Bulan tak berjodoh denganku, ia tak mencintaiku, ia hanya menganggapku sebagai sahabat dalam mengarungi malam, saat ia sendirian…
Mungkin saat ini sudah waktunya aku pergi jauh dari Bulan.
Mulai malam ini, biarlah aku bersembunyi dibalik awan, aku tak akan lagi menemani Bulan. Aku tak sanggup lagi melihat Bulan menagis merindukan kedatangan Matahari. Dan akupun tak kuat mengarungi kenyataan bahwa Bulan tak pernah mencintaiku selama ini.
Bulan, aku berjanji untukmu.  Kelak jika rasa ini telah pergi, aku kan kembali sebagai seorang sahabat seperti yang kau inginkan...

*dapet point 74 

Kamis, 30 Agustus 2012

Info Lomba Menulis: LOMBA CERITA HARI ANAK NASIONAL 2012 DL: 31 Agustu...

Info Lomba Menulis: LOMBA CERITA HARI ANAK NASIONAL 2012 DL: 31 Agustu...: LOMBA CERITA HARI ANAK NASIONAL 2012 DL: 31 Agustus 2012 Tema: “Aku Melawan Korupsi” *15 Tulisan Nominator Dibukukan Cetak Nasional Tujua...

Lomba Kepenulisan “Mimpi Indahku” DL 28 Sept 2012. Jam 23.59 oleh Andalusiana Cordoba pada 29 Agustus 2012 pukul 15:19 · oleh Penulis Dan Sastra pada 29 Agustus 2012 pukul 2:38 · Ikutilah! Dalam rangka memberikan motivasi untuk menulis dan pembukaan grup FB "SOLES” maka kami mengadakan Lomba ini kepada siapapun yang ingin ikut serta dalam event ini. Yang memiliki kisah-kisah unik, namun juga dapat memberi inspirasi yang baik. Tunggu apa lagi! :D Ketentuan : Jenis Lomba FF Panjang Kata Harus Tepat 2012 Kata ( Termasuk Judul) , spasi 1,5, kertas A4, jenis huruf TNR ukuran 12, margin 3 cm atau 1,18 inci semua sisi. Gunakan Jenis Paragraf Justify (Ctrl + J) Setiap Paragraf Kata Pertama Harus Di Tabkan Untuk Huruf Pertama dalam Paragraf Pertama di Dropcap Pilih Jenis Dropped. Tulis biodata narasi di bagian akhir naskah maksimal 20 kata. Peserta Audisi wajib bergabung di group “School of Literature Lovers Skill (SOLES)”https://www.facebook.com/groups/SchoolofLiteratureLoversSOL/ dan meng-Add akun facebook Wahidin Sinaga https://www.facebook.com/wahyu.sinaga.906 Tema Tulisan “MIMPI INDAHKU” boleh fiksi atau non fiksi, lebih mengedepankan kisah yang inspiratif dan membangun. 8. Genre : BEBAS Karya masih orisinil dan belum pernah dipublikasikan atau diikutkan Audisi/Lomba di tempat lain. 10. Setiap peserta boleh mengirim lebih 1 tulisan terbaiknya. 11. Tidak ada unsur SARA dan Pornografi, maupun Kekerasan 12. 40 tulisan terbaik akan dibukukan di penerbit nulisbuku.com atau Ae Publising 13. Tulisan yang dikirim harap sudah sesuai EYD. 14. Sebarkan informasi ini di note FB, tag minimal 30 teman termasuk Wahidin Sinaga atau bisa juga memposting event ini di Blog kamu. Tulisan dikirim dalam bentuk LAMPIRAN FILE ( Attach File ) ke email : ffsoles@yahoo.co.id dengan Subject: Judul Tulisan – Nama Akun FB penulis. 15. Sinopsis Dikirim hanya di Grup FB 16. Agar File Rapih dan Tak menghambur mohon mendaftar dulu di Grup Nama Anda – Asal Anda 17. Di mulai sejak tanggal 28 Agustus 2012 – 28 September 2012 pukul 23:59 18. Update peserta dan pengumuman Nilai Real Time bisa di lihat di group 19. 2 penulis terbaik masing-masing akan mendapat 1 eksemplar buku, dan untuk kontributor akan mendapatkan discount khusus sebesar 10% . 20. Hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahami dapat diajukan langsung ke group. Atau melalui koordinator. 21. Koordinator Penanggung Jawab : Wahidin Sinaga So, tunggu apa lagi! Buruan kirim naskah atau tulisan terbaikmu. Yang bisa menggugah hati pembaca. Penyelenggara : Grup SOLES,KPS,CAA Lomba Kepenulisan “Mimpi Indahku” DL 28 Sept 2012. Jam 23.59 oleh Andalusiana Cordoba pada 29 Agustus 2012 pukul 15:19 · oleh Penulis Dan Sastra pada 29 Agustus 2012 pukul 2:38 · Ikutilah! Dalam rangka memberikan motivasi untuk menulis dan pembukaan grup FB "SOLES” maka kami mengadakan Lomba ini kepada siapapun yang ingin ikut serta dalam event ini. Yang memiliki kisah-kisah unik, namun juga dapat memberi inspirasi yang baik. Tunggu apa lagi! :D Ketentuan : Jenis Lomba FF Panjang Kata Harus Tepat 2012 Kata ( Termasuk Judul) , spasi 1,5, kertas A4, jenis huruf TNR ukuran 12, margin 3 cm atau 1,18 inci semua sisi. Gunakan Jenis Paragraf Justify (Ctrl + J) Setiap Paragraf Kata Pertama Harus Di Tabkan Untuk Huruf Pertama dalam Paragraf Pertama di Dropcap Pilih Jenis Dropped. Tulis biodata narasi di bagian akhir naskah maksimal 20 kata. Peserta Audisi wajib bergabung di group “School of Literature Lovers Skill (SOLES)”https://www.facebook.com/groups/SchoolofLiteratureLoversSOL/ dan meng-Add akun facebook Wahidin Sinaga https://www.facebook.com/wahyu.sinaga.906 Tema Tulisan “MIMPI INDAHKU” boleh fiksi atau non fiksi, lebih mengedepankan kisah yang inspiratif dan membangun. 8. Genre : BEBAS Karya masih orisinil dan belum pernah dipublikasikan atau diikutkan Audisi/Lomba di tempat lain. 10. Setiap peserta boleh mengirim lebih 1 tulisan terbaiknya. 11. Tidak ada unsur SARA dan Pornografi, maupun Kekerasan 12. 40 tulisan terbaik akan dibukukan di penerbit nulisbuku.com atau Ae Publising 13. Tulisan yang dikirim harap sudah sesuai EYD. 14. Sebarkan informasi ini di note FB, tag minimal 30 teman termasuk Wahidin Sinaga atau bisa juga memposting event ini di Blog kamu. Tulisan dikirim dalam bentuk LAMPIRAN FILE ( Attach File ) ke email : ffsoles@yahoo.co.id dengan Subject: Judul Tulisan – Nama Akun FB penulis. 15. Sinopsis Dikirim hanya di Grup FB 16. Agar File Rapih dan Tak menghambur mohon mendaftar dulu di Grup Nama Anda – Asal Anda 17. Di mulai sejak tanggal 28 Agustus 2012 – 28 September 2012 pukul 23:59 18. Update peserta dan pengumuman Nilai Real Time bisa di lihat di group 19. 2 penulis terbaik masing-masing akan mendapat 1 eksemplar buku, dan untuk kontributor akan mendapatkan discount khusus sebesar 10% . 20. Hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahami dapat diajukan langsung ke group. Atau melalui koordinator. 21. Koordinator Penanggung Jawab : Wahidin Sinaga So, tunggu apa lagi! Buruan kirim naskah atau tulisan terbaikmu. Yang bisa menggugah hati pembaca. Penyelenggara : Grup SOLES,KPS,CAA


Lomba Kepenulisan “Mimpi Indahku” DL 28 Sept 2012. Jam 23.59

oleh Andalusiana Cordoba pada 29 Agustus 2012 pukul 15:19 ·

oleh Penulis Dan Sastra pada 29 Agustus 2012 pukul 2:38 · 
Ikutilah!

Dalam rangka memberikan motivasi untuk menulis dan pembukaan grup FB "SOLES” maka kami mengadakan Lomba ini kepada siapapun yang ingin ikut serta dalam event ini. Yang memiliki kisah-kisah unik, namun juga dapat memberi inspirasi yang baik. Tunggu apa lagi! :D

Ketentuan :
  1. Jenis Lomba FF
  2. Panjang Kata Harus Tepat 2012 Kata ( Termasuk Judul) , spasi 1,5, kertas A4, jenis huruf TNR ukuran 12, margin 3 cm atau 1,18 inci semua sisi.
  3. Gunakan Jenis Paragraf Justify (Ctrl + J)
  4. Setiap Paragraf Kata Pertama Harus Di Tabkan
  5. Untuk Huruf  Pertama dalam Paragraf Pertama di Dropcap Pilih Jenis Dropped.
  6. Tulis biodata narasi di bagian akhir naskah maksimal 20 kata. Peserta Audisi wajib bergabung di group “School of Literature Lovers Skill (SOLES)https://www.facebook.com/groups/SchoolofLiteratureLoversSOL/ dan meng-Add akun facebook Wahidin Sinaga https://www.facebook.com/wahyu.sinaga.906
  7. Tema Tulisan “MIMPI INDAHKU” boleh fiksi atau non fiksi, lebih mengedepankan kisah yang inspiratif dan membangun.
  8. 8.      Genre : BEBAS
  9. Karya masih orisinil dan belum pernah dipublikasikan atau diikutkan Audisi/Lomba di tempat lain.
10.  Setiap peserta  boleh mengirim lebih 1 tulisan terbaiknya.
11.  Tidak ada unsur SARA dan Pornografi, maupun Kekerasan
12.  40 tulisan terbaik akan dibukukan di penerbit nulisbuku.com atau Ae Publising
13.   Tulisan yang dikirim harap sudah sesuai EYD.
14.  Sebarkan informasi ini di note FB, tag minimal 30 teman termasuk Wahidin Sinaga atau bisa juga memposting event ini di Blog kamu. Tulisan dikirim dalam bentuk LAMPIRAN FILE ( Attach File ) ke email : ffsoles@yahoo.co.id dengan Subject: Judul Tulisan – Nama Akun FB penulis.
15.  Sinopsis Dikirim hanya di Grup FB

16.  Agar File Rapih dan Tak menghambur mohon mendaftar dulu di Grup
Nama Anda – Asal Anda
17.  Di mulai sejak tanggal 28 Agustus 2012 – 28 September 2012 pukul 23:59
18.  Update peserta dan pengumuman Nilai Real Time  bisa di lihat di group
19.  2 penulis terbaik masing-masing akan mendapat 1 eksemplar buku, dan untuk kontributor akan mendapatkan discount khusus sebesar 10% .
20.   Hal-hal yang kurang jelas atau belum dipahami dapat diajukan langsung ke group. Atau melalui koordinator.
21.    Koordinator Penanggung Jawab : Wahidin Sinaga

So, tunggu apa lagi!
Buruan kirim naskah atau tulisan terbaikmu. Yang bisa menggugah hati pembaca.

Penyelenggara : Grup SOLES,KPS,CAA