Laman

Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Desember 2012

*HARI UNIK



Hari ini hari cantik
12-12-12 tersusun unik
Sesuatu terbayang menggelitik
Menuliskan bait-bait untuk diketik

Mimpiku, mimpimu, mimpi kita bersama
Merajut harapan indah di masa depan
Akhir tahun ini, tinggal menghitung saja
Satu dua tiga empat, lima enam tujuh delapan

Rabu, 12 Desember 2012

PENANTIAN PANJANG

Nak, saat Bunda tuliskan
Kau tahu, kaulah yang Bunda rindukan
Masa-masa penantian
Tentangmu dan calon ayah idaman

Nak, bukan Bunda suka penolakan
Atau Bunda terlalu banyak pilihan
Tapi Bunda inginkan kebaikan
Untukmu penerus perjuangan

Rabu, 07 November 2012

Ku Mohon Maafkan Aku

Pertemuan singkat semalam sendu
Menghujam kalbuku
Saat pertama kau menyapaku
Dengan suara lembut menyentuh kalbu

Hingga ku tak kuasa menahan diriku
Untuk tahu lebih banyak tentangmu
Isi hatimu dan siapa dirimu
Yang begitu lembut menyapaku

Selasa, 23 Oktober 2012

ELANG DI GERBANG CORDOBA


Elang itu bertengger di gerbang Cordoba
Dengan sayap yang telah patah dan penuh luka
Mengucurkan darah, membasahi gerbang Cordoba
Dalam perjalanan panjang mencari makna cinta

Ia telah terbang jauh, melalang buana
Menyebrangi lima benua dan samudra
Memburu secuil rasa dan asa
Yang terselip dibalik luka dan nestapa

ZAM ZAM

Inginku ungkap rasa, yang kian membahana
Menyuarakan satu kata tentang cinta
Adakah ia disana, merasa apa yang kurasa?

Kasih, ingin kususuri arah air
Kemana ia menuju muara
Tak peduli melewati terjal batuan
Dan ganasnya gelombang lautan

Mengalir tenang, lembut, pasti
Mengetuk pintu hatimu
Hingga suatu ketika kesempatan itu datang
Kau buka pintumu untukku

Kasih, Ingin ku menjelma menjadi Zam Zam
Memberimu cinta yang tiada pernah kering
Memberimu kesejukan ditengah padang gersang
Memberikan ketenangan dalam tiap kegundahan

TABIR TAKDIR


Daun itu kering berguguran
Satu demi satu, menyela kesakralan malam
Saat hati tak lagi dapat menerka
Kemana arah cinta bermuara

Betapa tidak??!
Hati yang  meranggas, kian mengganas
Berharap setetes embun menghampiri
Menyapa daun yang kian melayu

Kuseka air mata yang membanjir
Menghiasi bait-bait panjang istiqarahku
Menanti malam sempurna dalam kelam
Menemani bintang dalam diam

Biarlah terus kususuri arah musim
Yang kelak pasti kan berganti
Menepis gundah raungan di hati
Dalam keyankinan memburu tabir takdir

Minggu, 21 Oktober 2012

LAYANG – LAYANG DI PEMANTANG




Gadis itu terpaku didepan layar kaca,
Perih hatinya membaca apa yang tertera
Layang –layangnya telah pergi, ikuti langkah takdir
Menyusuri sisa hari, mengikuti sang benang tambatan hati.

Sedih, perih, pedih,
Tiga tahun bukan waktu yang sebentar.
Berlari, terjatuh, terseok di pemantang
Tarik dan ulur menjaga layang tetap terbang
Seimbang, meliuk indah menembus awan

Layang-layang inginkan terbang
Bersama bocah di ujung pemantang