Gadis itu terpaku
didepan layar kaca,
Perih hatinya membaca
apa yang tertera
Layang
–layangnya telah pergi, ikuti langkah takdir
Menyusuri
sisa hari, mengikuti sang benang tambatan hati.
Sedih,
perih, pedih,
Tiga
tahun bukan waktu yang sebentar.
Berlari,
terjatuh, terseok di pemantang
Tarik
dan ulur menjaga layang tetap terbang
Seimbang,
meliuk indah menembus awan
Layang-layang
inginkan terbang
Bersama
bocah di ujung pemantang
Perih…
pedih…
Menatap
binar mata bening
Menginginkan
Layangku
Meski
teriring tangis pilu,
Kuulurkan
juga layangku.
Ambillah,
bawa
ia terbang ke tanah lapang
terbangkan
tinggi menjulang
Biar
ku lihat liuk indahnya dari pemantang
Jika
ditanganmu ia kan lebih tenang
Biar
ku kenang, layang-layang dipemantang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar