Laman

Minggu, 21 Oktober 2012

LAYANG – LAYANG DI PEMANTANG




Gadis itu terpaku didepan layar kaca,
Perih hatinya membaca apa yang tertera
Layang –layangnya telah pergi, ikuti langkah takdir
Menyusuri sisa hari, mengikuti sang benang tambatan hati.

Sedih, perih, pedih,
Tiga tahun bukan waktu yang sebentar.
Berlari, terjatuh, terseok di pemantang
Tarik dan ulur menjaga layang tetap terbang
Seimbang, meliuk indah menembus awan

Layang-layang inginkan terbang
Bersama bocah di ujung pemantang


Perih… pedih…
Menatap binar mata bening
Menginginkan Layangku

Meski teriring tangis pilu,
Kuulurkan juga layangku.
Ambillah,
bawa ia terbang ke tanah lapang
terbangkan tinggi menjulang
Biar ku lihat liuk indahnya dari pemantang
Jika ditanganmu ia kan lebih tenang
Biar ku kenang, layang-layang dipemantang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar