Daun
itu kering berguguran
Satu
demi satu, menyela kesakralan malam
Saat
hati tak lagi dapat menerka
Kemana
arah cinta bermuara
Betapa
tidak??!
Hati
yang meranggas, kian mengganas
Berharap
setetes embun menghampiri
Menyapa
daun yang kian melayu
Kuseka
air mata yang membanjir
Menghiasi
bait-bait panjang istiqarahku
Menanti
malam sempurna dalam kelam
Menemani
bintang dalam diam
Biarlah
terus kususuri arah musim
Yang
kelak pasti kan berganti
Menepis
gundah raungan di hati
Dalam
keyankinan memburu tabir takdir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar