Laman

Minggu, 28 Februari 2021

1 MARET-KU

Januari dan Februari ku berlalu penuh dengan perjuangan dan gejolak jiwa. Semoga saja awal Maret ini gelombang kehidupanku mulai stabil. Aaamiin.

Mengawali tanggal 1 Maret dengan subuh berjamaah sekeluarga di mushola, adalah hal yang sangat nikmat. Pagi ini adik bangun awal, begitu juga dengan kakak, yang biasanya ogah-ogahan bangun pagi, alhamdulillah pagi ini mudah dibangunkan. Adik berangkat lebih awal bareng Abi, sementara Kakak bareng saya nyusul belakangan. Ditengah jalan, sandal Kakak putus. Meski demikian Kakak tetap melanjutkan langkahnya sampai ke masjid, meski dengan terseok karena harus menyeret sebelah sandalnya yang putus. 

Untungnya jarak antara mushola dan rumah nggak terlalu jauh, sekitar 100 meteran lah... 

Sesampai di mushola, kakak langsung ambil shaf pertama, sedang adiknya duduk didekat jendela. Saya ada dibarisan belakang bersama jamaah ibu yang lain. Dalam hati aku bersyukur, alhamdulillah ya Allah, berkahi anak cucuku, agar senantiasa terpaut dengan masjid.

“Kakak, Umi pengen punya anak yang sholih.” Itu yang senantiasa kuulang dan kusampaikan. Rasanya tak berlebih jika aku berharap kelak anak-anakku menjadi generasi shalih-shalihah, yang senantiasa saling menolong dalam ketaatan.

Bulan depan kakak genap 7 tahun. Aku ingin dia sudah bisa membaca Al-Qur’an. Meski saat ini jilid 4 saja masih terbata. Namun aku optimis dia pasti bisa InsyaAllah. Tentang sholat, memang aku tidak menggegas dia utuk sholat. Hanya saja yang aku tekankan saat usia 7 harus belajar sholat. Karena itu perintah Allah.

“Bulan depan, kakak usia 7. Dan itu pas bulan Ramadhan. Jadi kita harus bersiap mulai sekarang. Umi pengen kakak sudah bisa baca Al-Qur’an di usia iitu.” Begitulah, saat kuungkapkan harapanku kemarin sore.

“Penting mana bisa membaca buku sama membaca Al-Qur’an?” tanya kakak.

“Penting baca Al-Qur’an.” Jawabku mantab. Karena aku tahu kakak sudah bisa membaca buku.

Hanya perlu waktu sekitar 1 sampai 3 bulan untuk mengajari dia bisa membaca. Mengingat kakak hanya beberapa minggu saja masuk PAUD, dan selebihnya dia ikut saya ke sekolah. Aku sendiri hanya akan mengajarkan dia membaca saat dia bertanya. Jika tidak, aku pun hanya membacakan buku yang dia minta.

Upss... ceritaku ngelantur kemana-mana dan nggak fokus. Tapi biarlah, sebagai coretan ringan yang kelak pasti akan bermanfaat sebagai terapi stok 300 kata.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar