Laman

Senin, 10 Januari 2022

Mendamping Anak Belajar Membaca

Memasuki usia Kakak yang ke 5 tahun  10 bulan, dan belum mau untuk masuk ke PAUD membuat saya harus benar-benar meluangkan waktu untuk membantu belajar Kakak sehari-hari. Pasalnya saya adalah ibu yang bekerja di ranah publik dari jam tujuh pagi sampai jam dua siang, dan juga mempunyai balita yang harus saya susui pada jam istirahat, membuat saya ketetran untuk membagi waktu dengan Kakak. Tantangan yang saya punya adalah ritme belajar yang belum sesuai. Kadang pas Kakak on mau belajar, saya masih berjibaku dengan pekerjaan. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari ilmu praktis yang bisa saya kerjakan disela waktu yang saya punya dengan bergabung di kelas Selingkar, Sekolah Literasi Sayang Keluarga. 
Harapannya saya dapat menstimulasi anak sulung saya untuk gemar membaca. Karena membaca adalah kunci untuk membuka gudang ilmu pengetahuan. Berikut adalah materi yang saya dapatkan terkait persiapan untuk mengajarkan anak membaca.
1.Kemampuan untuk bicara, mendengarkan dan memahami.
Saya merasakan sekali manfaat dari pada mengajarkan anak berbahasa Indonesia sehari-hari. Karena untuk bahasa daerah, anak secara otomatis akan belajar dari lingkungan yang ada. Sehingga terasa sekali saat kita mulai membacakan buku yang notebene berbahasa Indonesia. Anak akan lebih mudah untuk menerima apa yang kita sampaikan.
2. Kemampuan mengenal bentuk
Kemampuan mengenal bentuk ini dapat diasah dengan mengenalkan anak pada berbagai bentuk objek yang ada disekitar kita. Seperti bentuk segitiga pada atap rumah, segiempat pada jendela, lingkaran pada piring, dll) sehingga anak dapat menggambar bangun tersebut sesuai denga imajinasi mereka.
3.Kepekaan pada bunyi
Kegiatan ini dapat dilatih dengan mendengarkan lagu. Contoh ketika Kakak pertama kali mendengar lagu cicak di dinding, saya nggak menyangka kalau dia akan ingat dalam sekali dengar. Sehingga moment setiap dia lihat cicak dia akan bilang "hap". Dan saya pun mulai menyanyi lagu tersebut dan berhenti sebentar saat anak harus merespon "Hap". kenapa hal ini perlu dilatihkan, karena pada umumnya lagu anak-anak memiliki rima, dan ini baik untuk melatih kepekaannya terhadap silabel (kata-kata yang runtut). selain itu kita juga dapat menstimulasi dengan ayat-ayat pendek dalam Alquran umumnya juga memiliki rima (misal, surat Al Ikhlas dan An Naas). Biasanya anak mulai usia  6 sampai 9 bulan sudah bisa menirukan atau melengkapi satu suku kata di bagian akhir surat. 
4. Kepekaan pada gambar
Diasah dengan mengajak anak menceritakan sebuah gambar. Waktu itu saya memberinya buku bergambar. Atau menggambarkan cerita burung ababil. Dan ternyata kakak bisa membaca gambar yg saya buat. 
Anak-anak umumnya punya imajinasi sendiri tentang gambar-gambar yang ia lihat di sebuah buku. Biarkan dia menceritakan gambar-gambar di buku ceritanya untuk anda, atau minta dia menceritakan gambar yang ia buat.
5. Ajaklah anak-anak bicara tiap anda dan anak menemukan sesuatu yang menarik (kalau pun menurut anda tidak menarik dan biasa, usahakan agar itu terlihat menarik. Ini untuk melatih dia memperhatikan sesuatu). Misal, saat anda berjalan bersama anak, lalu melihat sebuah pohon, anda bisa menceritakan tentang pohon itu. Ajaklah anak bercerita tentang apa saja. Tentang baju yang anda kenakan, buku-buku di toko buku, cuaca, makanan, dll. Minta pendapatnya tentang sesuatu. Misal, ketika anda hendak membeli sepatu, minta pendapatnya mengenai sepatu pilihan anda. Ini untuk melatih dia berpikir dan mengemukakan pendapat. Selain itu, ini juga menunjukkan respek anda padanya. Anak-anak yang biasa menerima respek, biasanya juga akan belajar untuk memberi respek pada orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar