"Ilmu agama ibarat cahaya, sedang dunia ibarat bayang-bayang semata.
Saat kita fokus mendekati cahaya, maka bayang-bayang akan semakin besar dan mengikuti kemanapun kita pergi.
Akan tetapi sebaliknya, jika kita mengejar bayangan, cahaya akan semakin jauh, sedang bayangan akan semakin mengecil."
Begitu pula makna bahagia. Saat kita fokus berusaha untuk memahami makna keberadaan dan misi penciptaan kita, Insya Allah kelapangan itu akan ada. Namun sebaliknya, jika kita salah dalam memaknai hidup dan hanya memikirkan materi semata, maka kesempitan yang akan kita dapatkan.
Sebagaimana FirmanNya.
Al-An'am 6:125
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ
Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar