Laman

Senin, 14 September 2020

Ikhtisar Materi 4: What is The Mission of Life, Urngency and Criteria

Mengikuti program takhassus yang diawali dengan Tazkiyatun nafs,  membuat saya merasa perlu untuk membahasnya bersama suami. Kemudian dilanjut dengan materi minggu kedua, Islamic world view yang membuat saya merasa teraduk-aduk. Kadang protes ke suami, kadang minta nasihat beliau juga. Saya seringkali melihat suami itu begitu enteng, tenang dan nyaman banget dalam hidupnya. Kenapa saya nggak seperti itu. Saya seringkali emosional. 

Hingga diskusi kami tentang pembahasan materi kedua membuat saya berderai air mata. Disitu saya melihat sudut mata suami pun menetes, meski terburu diusap. "Tazkiyatun nafs itu adalah penyucian jiwa. Setiap orang akan berbeda dalam memaknainya, dan cara mendapatkannya.  Kamu harus mencari maknanya itu dengan jalanmu sendiri." Lanjutnya lagi, "Dunia itu hanya bayang², jika kau mengejarnya, ia akan semakin menjauh. Dan kamu akan semakin jauh dari sumber cahaya. Namun jika kamu mendekat pada cahaya, dan pemilik cahaya, bayang² itu akan selalu mengikuti."

"Apa maksudnya?" Spontan saya bereaksi. "Pikirkan sendiri." Begitu pungkasnya sore itu.

Keesokan harinya,,, aku kehilangan satu pendengaranku. Tiba² telingaku tuli sebelah. Awalnya aku hanya berfikir kemasukan air. Ternyata sampai sehari dua hari, tak kunjung sembuh. Aku mengadukan ke suami. "Itu akibat diskusi kita kemarin." Jawabnya.

Aku semakin pusing, apa sih sebenarnya Tazkiyatun nafs itu. Kenapa aku jadi budek gara² beginian. Setiap hari aku minta diantar berobat, namun suami menolak. Sampai pada haru ke tujuh. Kamipun berangkat ke klinik. Turun dari motor, di depan pintu masuk, mendadak telinga saya sembuh. Dan kami pulang. Nggak lucu kan kalau kemasukan air aja, dan udah sembuh terus mau berobat. 

Keanehan terjadi kembali, di rumah telinga saya kambuh lagi. "Bersabar dulu aja." Pesan suami saat itu. Saya menjadikan moment itu untuk bermuhasabah, mengingat kembali kesalahan² yg terlewat, dan mencoba untuk mendengar kata hati. Saya sadar, selama ini saya terlalu mendengar semua apa kata orang. Itulah yg membuat saya sering gelisah dan lupa. 

Memasuki minggu kedua telinga saya masih sakit, meski agak membaik. Kali ini saya mencoba berencana berobat lagi. Ketika siap² pergi, eh sembuh lagi untuk kedua kali. Saya mulai tertawa... Ya Allah,,, apa pesan yang ingin Kau sampaikan...??? Izinkan aku untuk segera menemukan misi penciptaan yang Kau amanahkan.  


*Nb. Sampai saat ini saya belum sempat dengar materi 3 di g.class. Namun udah sempat nyimak materi 4 kemarin. Alhamdulillah,  dapat gambaran untuk mensinergikan atau minimal meraba² menekuni profesi saat ini untuk menemukan misi bersama suami. 

Rasanya ini lebih ke curhatan, bukan ikhtisar.  🤭 maafkan para senior... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar