Laman

Selasa, 25 Januari 2022

Nggak Belanja

Pernahkah ngalamin yang kayak saya???? 
Ya, hari ini saya nggak belanja. Kenapa?  Ya karena brekat kondangan kemarin masih, terus hari ini juga dapat brekat lagi. Jadi gak perlu masak dan belanja. Biar nggak mubadzir. 

Sayur osengan kemarin masih ada sisa, tinggal daur ulang aja kasih santan. Terus ada stok kacang hijau di kulkas, bisa diolah jadi bubur. Alhamdulillah  ala kulli hal. Selalu ada jalan untuk cukup disela-sela keterbatasan yang ada. 

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan. Nggak belanja pun, masih teteep bisa makan. Dan nggak kelaparan.  

***

Kata Alm. Ibuk di pesantren, hidup kaya itu nggak perlu latihan. Semua orang pasti bisa. Yang perlu belajar adalah hidup sederhana, bukan karena pilihan, tapi karena keadaan.  

Kalau sederhana karena pilihan, jelas dia punya opsi lain. Alias mampu untuk hidup enak. Berbeda dengan sederhana karena tuntutan. Kita harus hidup sederhana karena dengan begitu kita bisa bertahan, agar tidak besar pasak dari pada tiang. 

Ibarat kita punya air segelas, ya jangan gunakan air itu untuk mandi. Jelas aja nggak cukup dan sangat kurang. Cukupnya air segelas ya untuk minum. Kalau punya seember air, bisa saja kita berbagi minum barang segelas. Atau pilih untuk cuci muka dulu. Nanti kalau udah punya air sekolam atau sesumur pastilah tiba waktunya dimana kita punya keluangan untuk bermain air secukupnya.  

***

Terus apa dunk masakan di rumah hari ini? 
Ada gulai kambing sisa semalam, osengan tempe buncis kemarin masih ada. Tinggal kasih santan aja biar jadi sayur baru. Terus bubur kacang hijau.  Sayur daun singkong, sambal goreng telur ayam dan tahu, ayam goreng, pepes kemangi tahu, ikan lele goreng, dan kering tempe. 

Nah, kan... nggak masak malah makan enak beraneka ragam. Jajan juga masih ada.  Manco, pisgor, kerupuk, roti kering, dan basah. Sebagian masih jadi penghuni kulkas karena nggak habis. Jadi inget rangkaian ayat ini.

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﺿْﺤَﻚَ ﻭَﺃَﺑْﻜَﻰ

“dan Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.” (QS. An-Najm : 43).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻣَﺎﺕَ ﻭَﺃَﺣْﻴَﺎ

“dan Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan.” (QS. An-Najm : 44).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﺧَﻠَﻖَ ﺍﻟﺰَّﻭْﺟَﻴْﻦِ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﻧﺜَﻰ

“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan. ” (QS. An-Najm : 45).

ﻭَﺃَﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺃَﻏْﻨَﻰ ﻭَﺃَﻗْﻨَﻰ

“dan Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.” (QS. An-Najm : 48).

***

Memberi kekayaan dan kecukupan. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar