Laman

Minggu, 30 Januari 2022

Ketika Anakku Sakit

Aku terburu pulang, khawatir bungsuku menangis. Terpaksa kutinggal anak keduaku ranap hanya bersama suami. Sebenarnya nggak tega mendengar tangisannya saat kutinggal pulang. Cuman ya mau gimana lagi. Lha kedua anakku yang lain nggak ada yang jaga. 

***
Malam pertama aman. Ibuku menemani di kliknik, jadi anakku bisa bubuk tenang bersama Utinya. Keesokan harinya baru aku menyusul ke klinik. Uti masuk kerja, suami pulang mencuci. Jam satu siang suamiku kembali ke klinik, giliranku pulang ke rumah. Ternyata bungsuku nggak mau minum botol.

Segera kususui dia. Malam harinya badannya mulai panas.  MasyaAllah... kukabari suamiku. Akhirnya Uti yang rencana menemani di klinik jadi menginap di rumah.  Menemaniku merawat 2 anakku. Semalaman aku dan ibu bergantian menggendong bungsu. Uti baru pulang menjelang subuh. 

Sekitar jam 6 pagi, aku membuka hp. Kudapati kabar mbah sedo. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un.  

***
Stay strong n calm down. Pening kepalaku rasanya. Tapi harus kuat dan sehat karena ada banyak anak yang membutuhkanku. 

Aku kembali ke klinik jelang sholat Jumat. Anak keduaku tak mau makan dari kemarin, begitu katasuami. Jadi kusiapkan makanan dari rumah. Kusuapi dia, alhamdulillah habis. Dia mulai merengek minta pulang. Dan tak mau lagi kutinggal. Terpaksa aku berbohong untuk pulang. 

Hasilnya, sampai maghrib dia malah menangis terus memanggil namaku. Akhirnya dokter membolehkan ia pulang. Selepas Isya sudah sampai di rumah dijemput tetangga. Karena keluarga masih repot di rumah duka. 

***

Alhamdulillah... semuanya sudah berada di rumah. Meski kondisi masih minum obat semuanya sekeluarga. 

Alhamdulillah, Januari ini meski masih sama diuji dengan sakit, kita masih bisa berkumpul.  Januari tahun lalu kita harus terpisah karena suami dan sulung harus karantina karena wabah covid-19.  

Alhamdulillah juga, tahun ini bisa ikut klip kembali. Setelah tahun sebelumnya saya gagal baru di bulan pertama.

Alhamdulillah, kondisi kesehatan mulai membaik. Semoga memasuki bulan Februari tanggal 1 besok semua sudah pulih kembali. Dan hari berikutnya sudah bisa masuk kerja dan sekolah seperti biasa.  

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allaahumma rabban naasi, adzhibil ba'sa. Isyfi. Antas syaafi. Laa syaafiya illā anta syifaa'an lā yughaadiru saqaman.

Artinya:

"Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkan lah penyakit ini, sembuhkan lah, hanya Engkau lah yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit.

Ya Allah sembuhkan keluargaku, jauhkan dari segala marabahaya, dan selamatkan dari api neraka. Aaamiin... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar