Minggu-minggu ini banyak sekali ibu yang mengeluhkan kondisi anaknya yang terserang batuk dan pilek. Klinik dan dokter anak pun antrinya Masya Allah. Hal sama pun saya alami sejak seminggu yang lalu. Ketiga anak saya sedang diuji untuk mendapat giliran sakit.
Pertama si kakak, disusul adik, kemuadian adiknya lagi. Mbak yang mengasuh mereka saat saya harus bekerja pun ikut dapat giliran. Disusul dengan suami yang nggak mau kalah. Sebagai istri dan ibu, jujur saya merasa sangat lelah sekali. Siang dan malam harus begadang. Apalagi si bungsu yang terus minta gendong. Meski badan rasanya nggak karuan, namun tetap "seorang ibu dilarang sakit" atau "boleh sakit tapi jangan lama-lama ". 😁😁😁
Untuk tetap bertahan agar tetap sehat, saya berusaha memanage emosi dan mengurangi beban pikiran. Berikut tips dari pengalaman pribadi selama hampir 2 minggu menemani keluarga yang sakit bergantian:
Pertama adalah perbanyak istighfar dan minta maaf ke suami. Bisa jadi apa yang menimpa kita saat ini akibat dari dosa kita. Sebagaimana Firman-Nya yang artinya: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).
Dalam kehidupan rumah tangga, kunci utamanya adalah suami istri. Jika hubungan keduanya baik, Insya Allah anak-anak pun akan nyaman. Karena tak bisa dipungkiri, pasangan adalah orang terdekat yang sering berinteraksi dengan kita. Barangkali ada khilaf yang kurang berkenan tanpa kita sadari.
Kedua adalah ikhtiar untuk berobat. Berdasarkan riwayat Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda: "Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit beserta obatnya, dan Dia telah menetapkan bagi setiap penyakit obatnya, maka janganlah berobat dengan perkara yang haram." (H.R Abu Dawud No:3372)
Sebagai ikhtiar sembuh, kuantar anak-anakku berobat ke klinik terdekat. Anak pertama dan ketiga rawat jalan. Sedangkan yang kedua harus rawat inap karena panasnya tinggi dan belum turun juga meski sudah saya beri penurun panas.
Ketiga adalah sabar dan ikhlas menerima apa yang Allah tetapkan. Karena sejatinya, semua yang menimpa kita adalah kebaikan. Bisa jadi, sakit yang Allah berikan kepada kita adalah perantara rejeki untuk orang lain. Atau bahkan sebagai penggugur dosa kita selama ini.
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda yang artinya: "Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua perkara (yang menimpanya) adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali hanya pada diri seorang mukmin. Jika dia tertimpa kebahagiaan dia bersyukur, maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah dia bersabar, maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim no. 2999)
Stay strong dan jaga kewarasan ya, Mak....
Semoga yang diuji dengan keluarga yang sedang sakit, segera diberi kesembuhan. Aaamiin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar