Mula-mula Sulungku minta diantar pulang pas sekolah. Dua hari sebelumnya menginap di rumah Uti. Sampai rumah badannya demam. Kuminumkan madu syifa kiids turpan. Selang tiga hari panasnya reda. Tapi malah batuk dan masih pusing. Akhirnya kubawa ke dokter. Diberi obat, dan mulai berkurang setelah minum obat.
Sepulang dari dokter, anak keduaku masih tidur sama suami. Setelah bangun ia muntah, badannya mulai hangat. Suhu tubuhnya 39 derajat celsius. Kutawarkan makan kembali, dan minum air putih yang banyak. Tak lama setelah makan selesai ia pun tertidur. Bangun tidur muntah lagi. Suhu tubuhnya naik 40 derajat. Kuberikan paracetamol, dua jam berselang, kembali panas lagi. Kaki dan tangannya dingin.
"Mas, bawa ke klinik aja. Aku gak bisa jaga mereka di rumah. Tangannya dingin detak jantungnya cepat banget." Ucapku ke suami. "Siapa nanti yang jaga kalau opname?" Tanya suami. "Itu bisa dibahas nanti. Sekarang berobat dulu, belum tentu juga harus opmane." Pungkasku.
Kupanggil tetangga belakang rumah, untuk menemani sulung dan bungsu selama aku dan suami ke klinik. Ditengah gerimis malam kugendong anakku sambil membawa payung dibonceng suami. Bismillah, aku ikhtiar untuk kesembuhan anakku yang Kau amanahkan pada kami Ya Allah....
****
Selepas mahrib, kami menanti giliran di ruang tunggu.
"Panasnya tinggi, 41,5. Sudah minum obat apa?" Tanya dokter.
"Paracetamol jam 3 tadi." Jawabku.
"Saran saya rawat inap saja, karena panasnya tinggi. Nggak harus disini, terserah njenengan mau ranap dimana. Karena ini dikasih turun panas pun juga panasnya tetep belu mau turun." Jelasnya.
"Iya Bu. Ranap di sini saja. Kamarnya masih ada yang kosong?"
"Masih".
Kugendong anakku ke ruang UGD, untuk dipasang selang infus. Sementara suami pergi sholat.
"Mbak, nanti sakit sebentar pas disuntik. Kalau sakit berdoa, baca bismillah dipeluk Umi." Ucapku menjelaskan. Tapi anakku hanya diam. Ketika perawat mulai memasang jarum, diapun gak menangis. Ekspresinya datar. Nggak ada raut kesakitan. "Sakit mbak?" Dia no respo, sepertinya masih lemas. Hanya diam, dan memintaku untuk tetap disampingnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar