Innailaihi wa inna ilaihi roji'un.
Entah rasa seperti apa yang aku rasakan. Saat mendengar kabar dari wa keluarga kalau mbah sedo hari ini jam lima pagi. Deg, rasa hatiku. Langsung teringat Bapak dan Ibuk yang semalam menginap di rumah menemaniku, dan baru pulang subuh tadi. Sementara suami menjaga anak keduaku di klinik.
Yang terbayang pertama adalah Bapak. Yang biasa merawat Mbah setiap hari, pas pergi pas ngenangi apa nggak. Aku langsung telpon suami, minta izin untuk takziah sebentar. Secara anak pertamaku juga belum begitu sehat. Sedang anak ketigaku semalam rewel karena panas.
Kulirik jam berulang kali, menunggu mbak datang untuk titip menjaga anak-anak sementara aku ke rumah mbah.
"Mbak, bapak dah disana? Tadi malam ki nginep rumahku." Tanyaku pada mbak sepupu. "Sampun Mbak, iki dimandikan." Aku sedikit lega, masih dimandikan. Aku masih punya waktu untuk kesana.
****
Kupacu motorku ke rumah Ibuk dulu. Ternyata pintu masih terbuka. Bapak sedang di kamar mandi. Aku menunggu sampai selesai. Dan berangkat bersama.
Sesampainya di sana, kusalami satu per satu tamu yang sudah hadir. Mbah dimana? Tanyaku. Disana. Sambil menunjuk kamar biasanya mbah tempati. Aku bergegas, tapi ternyata sudah kosong.
Mbah, Apa sudah dibawa ke masjid?
Iya. Aku kecewa dan bingung. Disana bapak² sudah banyak di halaman masjid. Aku pengen mendekat. Tapi aku malu menerobos kerumunan bapak². Beruntung Bulikku membaca kebingunganku. Beliau mengantarkanku mendekat keranda Mbah. Nggak bisa berkata-kata. Lisan ini kelu, cuman bisa sesenggukan menahan tangis agar tidak mengeras. Bulik menuntunku menjauh, dan menemui Ibuk.
"Wes, pulango. Anak-anak kasihan. Ojo nangis turut ratan." Pesan Bulik menyuruhku segera pulang.
***
Ya Allah, ada rasa getun. Kok pas hari terakhir, Bapak yang biasa nemani malah tidur di rumahku, nemani aku dan anak-anak yang lagi sakit. Aku sendiri karena ketiga anakku sakit, akupun cuman bisa datang sebentar. Nggak bisa nunggu sampai berangkat. Semoga mendapat kebaikan nggih mbah. Njenengan kondur pas hari Jumat. Nggak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu.
Jumat, 28 Januari 2022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar