Tulis aja semua yang kamu mau. Mimpimu, pengalamanmu, all what you want to share.
Laman
Jumat, 26 Mei 2017
ORANG TUA: BOS atau SAHABAT ANAK?
Seminar Parenting Auladi oleh Abah Ihsan
Hotel Lotus Garden Kediri 12 Desember 2015
Ditulis ulang oleh: Meilana Mustika
Orang tua seharusnya menjadi idola anak.
Ortu adalah referensi pertama anak.
Nilai ortu adalah nilai hidup anak.
Seyogyanya anak lebih terpengaruh ortu. Bukan lingkungan pergaulan.
Menjadi orang tua ibarat naik panggung tanpa naskah. Kita mengasuh membina secara ilmu turun temurun dan pada umumnya.. Tidak sadar anak2 menjadi pemberontak, malas belajar dan beribadah.
Tidak ada ortu yg sempurna, yg ada adalah ortu hebat yang senantiasa mau belajar dan berubah menjadi lebih baik.
Musuh terbesar saat mendidik anak adalah MALAS:
Malas matikan hp saat bersama anak..
Malas mendengar tangisan anak saat anak dilarang..
Malas mendengar isi hati anak..
Malas memberikan pengaruh dengan ngobrol tiap hari..
Malas melihat tingkah anak dan rumah berantakan..
Malas mendampingi anak belajar..
Malas mengajarkan Al Quran..
Orang tua yang tidak punya kemampuan untuk menaklukan anak sesuai dengan usianya sering kurang sabar menghadapi anak, sering emosi. Berteriak atau ringan tangan.
Harus berusaha utk menjadi orang tua betulan. Bukan orang tua kebetulan. Orang tua kebetulan: kebetulan bisa segera mendapat jodoh, kebetulan bisa segera punya anak.
Orang tu betulan: harus bisa mempengaruhi anak sebelum anak terpengaruh lingkungan.
Mengapa kita perlu belajar mengenai parenting? Toh orang tua kita tidak belajar parenting, tapi kita sekarang baik2 saja. Jawabannya adalah bahwa pada masa kita menjadi anak, tidak ada pembanding lain selain orang tua dan lingkungan terdekat. Orang tua berkata apa, kita akan diam dan mengikuti.
Tapi anak masa sekarang? Ada informasi yg membombardir anak2 melalui media internet, gadget, televisi.
Setiap anak lahir dalam kondisi fitrah. Tergantung bagaimana KEDUA org tuanya. Jadi tergantung pada AYAH dan IBU. Bukan salah satu saja. Anak lahir bukan dalam kondisi kosong atau nol. Anak lahir dalam kondisi positif dan membawa sifat2 baik. Antara lain jujur, kreatif, pantang menyerah.
Namun seiring waktu banyak tindakan orang tua yg secara tidak sadar menumpulkan atau malah akhirnya menghilangkan fitrah anak. Anak jujur dimarahi. Anak kreatif dilarang. Orang tua terlalu protektif dan memfasilitasi berlebihan. Padahal tugas yang sebenarnya adalah menumbuhkembangkan fitrah yg sudah ada. Bukan menciptakan.
Bahagialah apapun kondisi anak kita. Apapun kecerdasan anak2 kita. Tidak semuanya harus pandai secara akademik. Setiap anak pasti memiliki kelebihan. JANGAN DIBANDINGKAN dg siapapun bahkan dg saudaranya sendiri.
Bebaskanlah anak untuk bertindak bermain dan belajar. Sepanjang:
1. Tidak membahayakan dirinya
2. Tidak merugikan org lain
3. Tidak melanggar hukum agama, etika, negara
Belajar lebih dini apakah lebih baik utk anak? Perintah sholat baru dimulai utk anak usia 7 th. Jika lebih dini lebih baik tentu saja Rasul akan mengatakannya.
Baikkah jika anak-anak mengikuti berbagai macam lomba?
Sampai dengan usia 12 tahun adalah periode anak untuk bekerja sama dalam tim. Tidak seharusnya anak diajak berkompetisi.
Cara termudah untuk menghancurkan hidup anak adalah dengan MEMBERIKAN KEMUDAHAN untuk anak. Seringkali ortu berpikir tidak ingin anaknya susah. Padahal kesusahan2 itulah yang membentuk pribadi anak dan menempa proses pencarian solusi atas berbagai permasalahan. Kesulitan-kesulitan di masa kecil adalah untuk menghadapi kesulitan di masa dewasa. Orang tua yang tidak paham, malah merenggut segala kesulitan dan menggantinya dengan kemudahan.
Smartphone adalah untuk anak di atas 18th. Jika hp untuk telpon saja, anak usia TK juga diperbolehkan. Namun, kemampuan bertanggungjawab terhadap pemakaian smartphone baru ada pada usia 18th. Jangan memberikan fasilitas karena malu. Semua teman sudah memakai. Jika anda lakukan, maka anda telah berperan menghancurkan anak anda sendiri.
Contoh lain: anak sedang flu minta es krim. Tidak diperbolehkan. Tp setelah anak menangis keras akhirnya diperbolehkan.
Hal ini sama sekali tdk mendidik. Seharusnya ortu tegas melarang. Dimulai sejak anak usia 1-2th. Jika sejak kecil terbiasa dilarang-menangis-tetap dilarang-menangis teriak-lalu diberikan, maka semakin dewasa yang dia pelajari adalah dengan semakin marah ortu akan memberikan segala keinginannya. Saat ini banyak ditemui anak menyakiti atau membunuh karena hal sepele.
Semua dimulai dari bagaimana ortu menangani kekecewaan dan permintaan anak saat kecil. Sebenarnya sangat mudah jika anak masih kecil, alihkan perhatiannya.
Anak adalah hukum kekekalan ikhtiar.
Mereka akan terus berusaha sampai keinginan diberikan. Menangis atau berteriak, mereka hanya menguji sampai batas mana orang tua bertahan.
Jika anda tetap bertahan dan tegas dengan apa yang disampaikan di awal maka selanjutnya anak akan belajar bagaimana pun dia marah dan meminta, orang tua tidak akan memberikan keinginannya. Konsisten. Jangan plin plan dengan aturan. Berlaku untuk semua aturan untuk anak. Sekali tidak boleh ortu harus konsisten tidak boleh. Jelaskan alasan yg logis. Jangan BERBOHONG pada anak. Misal: es krimnya ga enak, pahit dll. Ortu bohong adalah bibit anak menjadi tidak patuh. Karena ortu TIDAK DIPERCAYA oleh anak. Tidak dipercaya maka tidak akan dapat memberikan pengaruh kepada anak.
Tegas itu wajib. Namun berlaku tegas hanya bisa dilakukan jika ortu telah menjadi sahabat dan dekat dengan anak. Ketegasan tanpa keakraban akan menjadi otoriter. Keakraban tanpa ketegasan, ortu tidak punya wibawa dan penghormatan dari anak.
Bagaimana untuk akrab dengan anak? Dalam 24 jam sehari, berapa lama waktu utk anak? Fokus bersama anak. Tidak sambil. Sambil bersih2, sambil beres2, sambil masak, sambil nont tv, sambil main game, sambil jualan online, sambil chatting, sambil baca koran. TIDAK SAMBIL tapi FOKUS hanya dg anak.
Awali dg obrolan ringan atau bermain utk anak yg masih muda.
Dalam seminar Abah Ihsan, disampaikan gerakan 1821. Yaitu no TV no HP pada pukul 18.00-21.00. Waktu untuk keluarga. Fokus. Jadi sahabat anak hanya perlu menyediakan 2 hal. Waktu dan curhat.
Tidak ada pendidikan anak tanpa investasi waktu.
Sebelum anak kita dirampas lingkungan, anak hanya menjadi anak-anak hingga usia 12 th. Inilah satu2nya kesempatan kita sbg ortu utk memberikan pondasi dan kepercayaan anak. Mendidik anak utk masa depan anak bukan untuk orang tua. Jangan pulang ke rumah dengan badan saja. Pulang dengan hati untuk anak.
Anak durhaka atau bandel BUKAN ujian dari Allah. Anak durhaka karena kesalahan orang tua.
Jangan sembarangan curhat. Curhat adalah AURAT. Curhat hanya kepada Allah, pasangan dan ahlinya.
Dalam diri anak2 adalah darah kita
Hanya saja, tidak semua org tua telah menjadi org tua yg sebenarnya.
Orang tua hanya menjadi boss utk anak.
Bos, membuat takut anak..
Ortu, membangun kepercayaan dg anak..
Bos, mengendalikan anak..
Ortu, membantu anak mengendalikan dirinya..
Fokuslah pada kelebihan anak.
Latih anak menyeleseikan masalahnya..
Ortu rendah hati mencari solusi saat anak bermasalah...
Anak adalah anugerah, bukan beban.
Anak adalah anugerah.
Banyak memberi semangat, energi dan harapan.
Selamat berjuang untuk menjadi orang tua 😊
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar