Sebagai ibu bekerja, dengan seorang balita yang harus dibawa², pastinya memiliki tantangan tersendiri. Dimana saat harus sampai di sekolah sebelum pukul tujuh pagi, dan menyiapkan keperluan suami yang juga kerja dan berangkat pukul enam pagi. Ketika suami berangkat, kita masih terlihat di rumah, saat suami pulang, kita sudah ada dirumah. All, mesti berpacu dengan waktu.
Giliran dapat #Tantangan10hari melatih kemandirian anak, saya bingung. Karena untuk melatih kemampuan anak dalam 1 skill merupakan suatu tantangan tersendiri.
Gimana saat kita harus buru² kerja, anak rewel. Saat sudah siap berangkat, anak adik main. Atau saat kita mau latih makan sendiri 3 x sehari, konsekwensi harus datang terlambat sampai sekolah. Apalagi kalau mau latih skill mandi sendiri... Hedew...
Sehingga saya ganti² terus. Skill apa yg paling urgen untuk anak saya.
Alhamdulillah, saya ketemu setelah trial n error. Skill yang saya latihkan adalah makan sendiri. Untuk menghemat waktu pagi hari, maka jam makan anak saya pindah di sekolah. Dari rumah siapkan bekal saja. Di sekolah, sambil nunggu anak² didik berdoa, saya ngawasin sambil nunggu anak belajar makan. Hehehe... Multitasking ala emak.
Awalnya saya tidak isi bekal nasi, biar gak bikin kotor kelas. Makan nasi ada di rumah, biar kalo tercecer gak masalah. Sampe anak lancar makan sendiri. Alhamdulillah sukses.
Dari pengalaman itu, saya benar² merasa sangat terbantu. Ditambah lagi dengan masa² anak yang ingin banyak tahu dan mencoba. Naik level, bikin susu sendiri, mandi sendiri, pake baju sendiri dst.
Point penting yang sangat berkesan bagi saya dan suami adalah "biarkan anak mengalami kegagalan, karena di situ ia akan belajar".
Tak peduli berapa banyak susu yang tumpah, berapa banyak gelas yang pecah, almari yang berantakan, rumah bak kapal pecah, its a sweet moment dalam rangka menjalani peran, menjaga amanah Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar