Menggali bakat anak.
Setiap pagi, saya bertanya², kegiatan apa ya yang bisa kita lakukan untuk hari ini?
Biasanya Mas akan meniru apa yang dilihat dari saya. Saat saya pegang buku dan menulis, maka Mas pun akan minta buku. Seperti malam ini, saya mencatat materi level 7 di buku catatan.
Ketika jarum jam menunjuk pukul 9 malam, saya mengakhiri kegiatan ini.
"Mas, sudah dulu ya menulisnya. Kita bubuk, besok biar bisa bangun pagi."
"Hmmm... Belum lho, Um" rengeknya.
Hingga saya beberapa kali siat siut, ngantuk. Efek dari kelelahan siang tadi. Membersihkan rumah, mencuci kamar mandi, cuci baju, sekalian main hujan-hujanan sedari pagi hingga sore. Jam sembilan mi mata udah lengket banget.
"Umi jangan bubuk, lihat aku." Serunya berulang kali, saat melihat mata saya terpejam dengan sendirinya.
"Mas, Umi ambil hp ya, biar gak ngantuk. Buat fotoin Mas."
"Iya."
"Tapi, nanti setelah selesai langsung bubuk ya, gak boleh pinjam hp Umi."
"Iya."
"Mas, lihat Umi dunk..."
Cekrek...
"Sini tak buatkan tanda tangan Umi." Ucapnya sambil narik tangan saya. Selesai menjiplak tangan saya, Mas mulai menghiasnya.
"Ini kukunya."
"Lha ini yang ditengah apa, Mas?"
"Ini tangan Umi pake pitek merah."
Wow... Sedetail itu. Alhamdulillah, gak terasa udah pukul sepuluh malam.
"Mas udah jam sepuluh istirahat dulu nggih.." ajak saya, karena beberapa kali ia mulai menguap.
"Coba Umi lihat gambarannya Mas yang tadi apa aja?"
Dan inilah gambaran Mas sebelumnya.
Roy terbang pake jet
Boboy
Perosotan panjang banget, dari alun² sampai terminal bus.
(Ini hasil liburan kemarin)
"Kok panjang banget, Mas. Sampe alun²?"
"Ya, iya. Soalnya yang di alun² cuma kecil."
Wuih.. keren imajinya.
Ini gambar perosotan di alun².








Tidak ada komentar:
Posting Komentar