"Umi, mau balon."
"Tunggu ya Mas. Masih jauh. Nunggu penjualnya kesini dulu." Soalnya penjualnya jauh dari tempat duduk kami. Selain itu saya enggan berjalan melewati banyak jamaah yang lain.
Alhamdulillah Mas bisa menunggu dan belajar sabar. Ternyata jika kita berusaha untuk konsisten terhadap apa yang kita katakan, kita akan dapat kepercayaan dari anak. Sehingga anak mudah untuk diajak komunikasi dan kerja sama.
Selang beberapa waktu, penjual balon menuju ke arah kami.
"Um, balonnya ke sini."
"Yuk.."
Kamipun segera menghampiri penjual balon.
"Um, belinya satu aja?"
"Iya, satu. Boleh pilih sendiri."
Cukup lama Mas memilih. Mungkin ia punya 2 balon pilihan, dan bingung saat harus menentukan satu saja.
"Ayo Mas, pilih yang mana?"
Mas hanya tersenyum.
"Ada Spider-Man, upin, helokity, apa burung?"
"Bingung ini mbak." Penjualnya nimbrung. Saya minta beliau bersabar, karena anak saya harus belajar menentukan pilihan.
Setelah beberapa waktu kemudian, Mas menentukan pilihan. Balon burung.
****
Ditengah acara, masih saja banyak pedagang yang berseliweran menjajakan dagangannya. Mas mau salad buah. Isinya buah naga dan nanas sepertinya. Saya menolak keinginannya, karena dirumah sudah ada buah naga. Selain itu kita sudah habis 10 rb untuk membeli balon. Jadi jajannya cukup apa yang dibawa dari rumah dan yang diberi dari panitia. Seadanya boleh dimakan.
Dalam hati saya nggak tega. Tapi ini kita lagi berproses dan sama² belajar Nak. Maafkan Umi kalau umi salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar