"Aku nggak mau sekolah. Aku mau ke rumah Uti."
"Uti juga sekolah, Nak."
"Mbak Putri apa sekolah?"
"Iya, semua sekolah. Kalau Mas di rumah, nggak ada temannya. Mbak Agnes juga sekolah."
"Ayo Dik, bangun. Mandi cepat sama Abi." Suami turun tangan. Kebetulan hari ini suami masuk jam setengah delapan.
Alhamdulillah, anak mau mandi. Sementara ia mandi, saya menyiapkan bekalnya untuk sekolah.
****
Selama di sekolah, saya berusaha membagi perhatian antara anak dan anak² di Kelas. Beruntung hari ini anak-anak menginginkan pentas drama. Saya tinggal memberi instruksi dan mengarahkan agar pentas dapat berjalan dengan baik. Sementara anak² bersiap, saya menyuapi anak sendiri.
Pentas dan persiapan memerlukan banyak waktu. Ditambah hari ini adalah hari Sabtu, maka pulang lebih awal.
****
Sesi selanjutnya ada di rumah. Jam pulang sekolah. Wow... Minggu melelahkan. Seperti tak kehabisan tenaga, setelah seharian beraktivitas di sekolah, anak minta perhatian dan bermain di rumah. Mulai dari main kartu, karet, sampai masak²an. Semuanya membuat saya lelah dan mulai mengantuk.
"Mas, Umi izin tidur ya."
"Nggak Mau. Umi nggak boleh bubuk."
Rengekan itu berulang kali, namun rasa kantuk udah benar² nggak.Mau ditawar. Sampai terdengar deru motor suami. Anak langsung berlari ke luar menyambut kedatangan Abinya.
"Abi pulang Um." Terangnya.
Namun kantuk ini sungguh tak kuat. Alhamdulillah suami mau memberi kesempatan barang sebentar untuk menemani anak bermain. Sampai akhirnya mereka berdua tertidur.
Sore harinya, kami pergi ke alun². Masih sesi membuat anak senang bersama kami. Beli pentol, kembang gula dan mie ayam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar