Setelah seminggu nggak pulang, akhirnya balita kami mau pulang juga. Meski tiap pulang sekolah minta diantar ke rumah Uti dan minta dijemput malam hari. Perlu proses dan kesabaran memang. Jalani aja, semua pasti ada masanya.
Waktu saya mencoba menggali, apa yang membuatnya betah di rumah Uti, ternyata TV adalah jawabannya. Di rumah kami nggak ada TV.
"Apa Mas nggak kangen Umi?"
"Kan Umi bisa ke sini pas siang². Aku nemani Uti." Jelasnya.
"Terus Umi temannya siapa Mas?"
"Umi temannya Abi."
"Mau sampe kapan di rumah Uti?"
"Banyak .. Segini." Sambil menujukkan sepuluh jarinya, "Aku mondok di rumah Uti." Imbuhnya lagi.
Duh,,, mewek saya. Apa anakku sudah besar? Kenapa kok udah bilang mondok segala? Umurnya belum genap 4 tahun? Sejak bayi ke kewer² kemana aja saya pergi. Apa sudah bosan ya?
***
Hmmm... Cuma bisa tarik nafas panjang. Apa proses kreatif dari nonton TV? Sementara saya masih bertanya², anak udah kasih ide.
"Um, itu diberi kok gak bilang terimakasih ya?"
"Iya. Menurut Mas gimana seharusnya?"
"Ya kalau dikasih bilang terimakasih. Terus dijawab sama² getu."
***
"Um, di TV kok minum sambil berdiri ya. Pake tangan kiri juga."
"Apa itu pantas ditiru?"
"Ya nggak. Rasulullah bilang kalo minum gak boleh berdiri."
Alhamdulillah, lega. Memang, perlu sekali pendampingan orang tua. Seremeh apapun kegiatannya, meski sekedar nonton TV bersama. Jadi bertanya² kenapa juga kebanyakan iklan kok makan minum sambil berdiri ya???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar