Laman

Senin, 23 April 2018

Jangan Marah (Day 5)

Pagi yang cerah, meski tak sampai ada drama, pagi ini hampir saja datang terlambat.

Tak seperti biasanya, anak pun masih minta disuapin saat ia upacara. Akhirnya saya pun mundur dan nyiapin anak.

Singkat cerita, kita masuk kelas. Tak tahu apa yangT1 terjadi, awalnya sih lancar, tapi tiba² anak saya udah merobek buku siswa. Buru² saya bawa dia keluar. Amarahnya masih segar dan meluap.

Pelan saya bisikkan basmallah agar ia tenang. Laa taghdob falakal jannah. Begitu saya ulang dan diterjemahkan artinya. Alhamdulillah anak mulai reda.

Kalau mau surga, kita harus sabar. Nggak.mudah marah. Karena di surga itu orangnya baik. Nggak ada yang suka marah. Begitu saya berusaha menghadirkan imaji surga pada anak.

Sekilas ia mulai membaik. Meski masih keluar dari lisannya kata aku anak nakal. Mungkin saat ia berinteraksi, ada anak yang mengatainya begitu.

"Umi nggak punya anak nakal. Anak Umi semuanya adalah anak baik." Pungkas saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar