Awalnya saya bingung bun puyeng, seperti biasa badan ini terasa berat untuk ikut menyimak materi malam. Bukan tak ingin, bahkan sangat ingin sekali bisa nyimak dan dapat kesempatan untuk bertanya langsung. Tapi apalah daya, tau2 diri ini sudah lelap aja sambil ngasi my baby. Hedew... Terimakasih buat teman2 yang sudah bertanya, kebingungan saya jadi terjawab.
Hari Minggu kemarin sambil mengerjakan tugas rumah dan momong anak, sambil sekalian merawat suami yang lagi sakit, jadi nggak begitu konsen. Baru ngeh setelah muter rekaman beberapa kali. Dan hasilnya inilah penampakan panduan 2 yg saya share di fb.
Saya ambil sumber ilmu how to manage habits. Karena habits itu adalah otomatisasi kegiatan kita. Jujur setelah punya anak susah banget buat sholat malam. Baru bisa bangun kalo sengaja mengakhirkan sholat Isya. Padahal Pengen nya kan bisa sholat awal waktu biar waktu yang kita lalui berkah. Selain itu saya seringkali terburu buru saat mau berangkat kerja. Dan ini yang buat emosi saya labil.Setelah icip icip potluck yang dibawa teman2 kemarin, saya tertarik dengan teknik pomodoro. Karena ini mirip dengan pola kandang waktu yang saya buat, yaitu pertiga puluh menit. Cuman saat ini sering banget nggak konsisten. Karena saat saya menjadwal buat online, nggak bisa fokus banget. Ada aja kendalanya. Dan menurut saya kerja pomodoro ini efektif, karena setelah fokus pada kegiatan selama 25 menit, ada jeda 5 menit untuk istirahat, alias buka sosmed perlima menitan. Setelah 4 putaran baru bisa ambil jatah 30 menit untuk istirahat.
Seperti saat ini, saya berusaha untuk fokus sambil nunggu acara pengarahan dimulai buat nulis jurnal ulat minggu 1 dengan teknik pomodoro selama 25 menit only.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar