Laman

Sabtu, 08 Februari 2020

Jurnal Belajar KIS

Pagi ini mengawali hari dengan manjat chat kelas Komunitas Istri Strong. Soalnya semalam nggak sempat ikutin gegara lelah banget ikut diklat sampe sore. Jadi langsung tepar dech, sambil nyusuin anak.

***
Hmmm... Diawal kelas ini kita diajakin muhasabah diri.  Bahwa sejatinya, “Pernikahan dititahkan Allah Swt. untuk membangun kebahagiaan, bukan mewujudkan penderitaan.”

Pertanyaannya, benarkah kita udah bahagia selama ini???

Rasanya semakin lama semakin nyesek, semakin kelihatan kurangnya suami. Pas awal menikah rasanya semua kekurangan bisa diterima dengan lapang. Namun sekarang,, duch... Berasa berat dan serba salah.

Sampai tahap akhir materi disampaikan bahwa suami bagaikan tamu yang singgah di rumah tangga kita. Selaiknya seorang tamu, harus kita layani dan hargai sepenuh hati.

"... Dia bagimu hanyalah ibarat tamu yang mampir, yang akan segera meninggalkanmu untuk kembali kepada kami.” (HR Tirmidzi)

Dari sini rasanya ngejleb banget. Sampai mendadak nangis, termehek-mehek sambil lihatin suami yang lagi rempong habis bantuin mandikan anak. Nggak terima suami saya diincar yang lain...

Kadang emang bener, kita kurang bersyukur. Sesekali suami bantu mandiin anak, pengennya kita setiap hari suami yang mandiin anak. Kayak kita merasa lelah banget tiap hari begitu, biar suami merasakan juga. Ah... Jadi curcol kemana- mana.

***

Pe eR buat pribadi, perlu belajar kembali tentang bagaimana cara Ridho terhadap takdir, yang telah Allah tetapkan. Bersyukur dengan apa yang ada. And Be Positive Thinking, atas semua yang Allah tetapkan adalah baik.untuk kita. Agar kita bisa menikmati betapa indahnya hidup bersama dalam rumah tangga.


#KIS





Tidak ada komentar:

Posting Komentar