Laman

Selasa, 14 Februari 2023

Pemecahan Masalah dan Perbaikan Berkelanjutan

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang materi Pemecahan Masalah dan Perbaikan Berkelanjutan. Perhatikan illustrasi berikut ini:

Pada ilustrasi di atas, guru sudah menemukan solusi atas permasalah yang dihadapi. Dari sini, masalah dianggap sudah selesai dan terpecahkan. 

Lantas pertanyaannya adalah; 
Apakah cukup dengan mengaplikasikan solusinya saja?
Apakah Anda yakin, dengan mengaplikasikan solusi tersebut, Anda dapat menyelesaikan masalah?
Bagaimana jika masalah itu terjadi kembali?
Dan Apakah solusi tersebut dapat dijadikan sebagai solusi untuk perbaikan berkelanjutan???



Ternyata, Pemecahan Masalah yang telah selesai ditemukan solusinya adalah tahap awal dalam proses Perbaikan Berkelanjutan.

Sebagai contoh, suatu sekolah memiliki fasilitas belajar yang kurang memadai. Dan Kepala Sekolah harus memutuskan melakukan perbaikan berkelanjutan untuk kondisi sekolahnya. 

Apa yang dimaksud dengan perbaikan berkelanjutan???

Perbaikan Berkelanjutan adalah upaya yang dilakukan secara terus-menerus untuk meningkatkan potensi-potensi yang dapat memberikan nilai tambah, mulai dari peningkatan kemampuan diri, perbaikan sebuah proses atau teknik, baik secara fungsional maupun nilai, hingga perbaikan dalam suatu sistem.

Upaya ini dapat berfokus pada meningkatkan kualitas atau kompetensi guru dengan mempertimbangkan aspek efisiensi, efektifitas dan fleksibilitas.

Proses perbaikan berkelanjutan biasanya muncul karena adanya masalah yang perlu diperbaiki dalam jangka pendek dan panjang, dan senantiasa dilakukan evaluasi berkala dan terus-menerus. Dengan catatan bahwa dalam melakukan perbaikan berkelanjutan semua pihak harus berkomitmen dalam menjalankan setiap proses, kinerja dan strategi yang akan dijalankan. 

Langkah-Langkah Perbaikan Berkelanjutan

Perbaikan berkelanjutan dapat dimulai dengan mengidentifikasi solusi yang telah kita dapatkan untuk menyelesaikan masalah. Selanjutnya, kita bisa menggunakan siklus PDCA (Plan, Do, Check, dan Act). 

Siklus PDCA merupakan model pengelolaan yang dikembqngkqn eoleh W. Edward Deming berdasarkan cetusan Walter Stewhart untuk perbaikan proses maupun individu secara berkelanjutan. Oleh karena itu, model ini sering disebut dengan siklus Deming, siklus Stewhart atau siklus Kendali. Berikut rangkaian siklus PDCA. 

Siklus PDCA merupakan model pengelolaan yang dikembangkan eoleh W. Edward Deming berdasarkan cetusan Walter Stewhart untuk perbaikan proses maupun individu secara berkelanjutan. Oleh karena itu, model ini sering disebut dengan siklus Deming, siklus Stewhart atau siklus Kendali.

1. Plan (Perencanaan)
* Mengukur standar
* Menentukan ide perbaikan
* Mengidentifikasi implementasi perbaikan
* Menetapkan tujuan
* Membuat rencana tindakan

Pada tahap ini, kita dapat mengawalinya dengan bertanya menggunakan pola 5W1H (What, Who, Where, When, Why, dan How).

Misalnya, solusi apa yang akan diambil? Siapa saja yang terlibat dalam implementasi solusi tersebut? Dimana area untuk implementasi solusi? Kapan solusi iti akan dieksekusi? Mengapa solusi tersebut perlu dieksekusi? Bagaimana cara menerapkan solusi tersebut agar tepat sasaran? 

Dengan menyusun pertanyaan tersebut, kita akan lebih mudah untuk menyusun rencana kerja.

2. Do (Kerjakan) 
Pada tahap ini, kita harus melakukan apa yang telah kita rancang pada tahap sebelumnya. Tidak hanya mengubah rencana, tetapi kita harus juga memperhatikan 3 hal berikut:
* Memberikan pelatihan dan panduan
* Meningkatkan kesadaran dari berbagai pihak tempat kita bekerja
* Menambahkan pengawasan untuk menghidari potensi-potensi masalah yang baru. 

3. Check (Periksa)
Pada tahap ini kita harus melakukan beberapa hal dibwah ini: 
* Pemantauan implementasi solusi
* Pengukuran terhadap solusi yang baru untuk menentukan perubahan yang akan diterapkan
* Apakah perubahan yang diterapkan efektif
* Analisis perubahan tersebut 
* Perencanaan tindakan korektif atau pencegahan

4. Act (Tindak Lanjut)
Pada tahap ini kita akan melakukan:
* Review, terhadap semua data yang muncul. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah solusi yang ditemukan akan digunakan secara permanen atau tidak. 
* Menyusun strategi perbaikan selanjutnya

Siklus ini tidak hanya berhenti pada Act, karena siklus PDCA merupakan siklus yang berulang, memungkinkan untuk terus berulang dalam melakukan proses perbaikan. Dan tentunya perlu dukungan yang kuat dari berbagai pihak agar pola pikir selalu menjadi lebih baik. 

Berikut adalah contoh penerapan CPDA untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. 
1. Plan, guru membuat tes formatif berdasarkan materi pelajaran
2. Do, guru melaksanakan tes sumatif pada siswa
3. Check, guru mendapatkan hasil tes sumatif dan mendiskusikannya dengan guru lain
4. Act, guru memperbaiki materi pelajaran. 

Demikian resume materi Pemecahan Masalah dan Perbaikan Berkelanjutan dalam rangka mengikuti program #OrbitGuruMerdekatahap2








Tidak ada komentar:

Posting Komentar