Laman

Senin, 24 April 2023

Silaturahmi Mengenal Silsilah Keluarga

Idul Fitri di desa kami identik dengan saling kunjung mengunjungi satu sama lain. Biasanya yang senior, anak mbarep, atau yang lebih tua yang akan menerima kunjungan dari kerabat yang secara silsilah lebih muda. Selain anak mbarep, anak ragil yang menempati rumah keprabon alias rumah orangtua biasanya akan menjadi jujugan kerabat dan keluarga. 

Nah, kebetulan dari pihak Bapak dan ibu saya, termasuk anak tengah. Tapi dari pihak nenek, ibunya bapak, beliau anak mbarep dari sepuluh bersaudara. Artinya apa? Bapak saya sudah menjadi jujugan dari kerabat yang lain. Sementara dari pihak ibu, mbah kakung itu anak ragil yang menempati prabon. Otomatis menjadi jujugan juga bagi kerabat yang lain.

Hal ini tentu berdampak bagi saya, yang waktu itu masih kecil. Nggak perlu jauh-jauh pergi ke rumah kerabat, cukup di rumah saja mereka semua sudah tandang ke rumah. Kelemahannya, saya tidak tahu sebagian di mana rumah kerabat yang sering datang ke rumah kami. 

Hingga tercetuslah kegiatan reuni keluarga. Saking banyaknya kerabat yang harus dikunjungi, kadang saat kita berkunjung, tuan rumah sedang keluar entah ke mertua atau kerabat yang lain. Ditambah lagi cuti bersama yang waktunya kian sempit, membuat reuni adalah salah satu solusi. Dimana kita sepakat meluangkan satu hari, untuk berkumpul bersama, untuk temu kangen. Dan kegiatan ini bergilir sesuai dengan urutan anak pertama, kedua, dan seterusnya. 

Saya sendiri mendapat giliran hari ketiga untuk Bani Tukiran, sedangkan bani Mujoyo ada di hari kelima lebaran. Jika diantara kami ada berbeda hari lebaran, maka hari perhitungan mengukuti hitungan lebaran dari pemerintah. Untuk tahun ini giliran jatuh di rumah Mbah Jombang. Pengen ikut sebenarnya, ada rombongan elef. Tapi mengingat krucil yang saya khawatiran bakal rewel di jalan, akhirnya kami memilih izin tahun ini. 


****

Berbeda dengan keluarga dari pihak suami. Bapak mertua anak ragil, ibu mertua mbakyu ragil. Jadi kamilah yang harus datang berkunjung. Setiap hari raya kedua, ibu mertua bakal mewanti-wanti kami untuk meluangkan waktu untuk ikut rombongan berkunjung ke kerabat dari pihak ibu dan bapak mertua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar