Laman

Selasa, 23 Oktober 2012

SEBUAH PERPISAHAN


Menulis  adalah impianku sejak lama yang beku dalam pelukan catatan harianku. Mimpi yang menghiasi deretan pertama baris harapan-harapan dan mimpi-mimpi saat detik akhir malam, di awal tahun usiaku baruku. Ia menjadi impian yang membuatku hampir putus asa tuk mengejarnya. Yang hanya tertulis dalam proposalku untuk Tuhan, yang aku ajukan untuk kesekian kalinya. Hampir putus asa aku meraihnya, karena aku tak tahu cara mendapatkan perhatiannya.
            Hingga episode do’a perpisahan itu terjadi. Berpisah dengan seseorang yang pernah menghiasi hari-hari seindah pelangi. Membuat suasana hati kian terpuruk, tertimbun takdir yang tak berpihak. Seolah ia mencibir, mempermainkan aku dengan segala kisah dukaku. Aku yang menghiba, mengharap setitik bahagia menyapa dengan senyum ceria. Tapi apalah daya, aku tak kuasa melawan kehendak takdir. Biarlah kucoba berdamai dengannya.
Kucoba untuk bangkit. Aku tak mau kalah oleh waktu yang akan menghanguskan masaku dengan tanpa belas kasih. Waktu yang akan merenggut banyak peluang kesuksesanku, peluang meraih mimpi dan harapanku. Aku tak ingin kalah untuk yang kesekian kalinya. Ingin ku tahklukkan waktu, agar ia tak menebas urat leherku. Akan kutuliskan sebuah karya, puluhan karya, ratusan, ribuan, bahkan jutaan karya yang akan terukir namaku sebagai penciptanya.
Biar kubuktikan pada semua. Kegagalan bukanlah alasan untuk tetap dalam keterpurukan. Perpisahan dengan seseorang yang pernah mendapat posisi yang istimewa dihati, adalah titik awal pertemuan dengan seseorang yang akan senantiasa ada menemani, menggapai mimpi yang telah lama terpatri.
Kini, telah kutanggalkan segala kisah suram. Telah kudamaikan takdirku, kususuri lorong waktu, mencari secercah kedamaian dalam dunia tulisan. Bersama-sama berpacu, bergandengan tangan, saling mendukung dan berbagi kekuatan. Dalam tulisan, aku bisa luapkan semua masalah, semua kesedihan, semua impian dalam bait-bait karya, dalam paragraph-paragraf harapan, demi meraih masa depan yang gemilang.
“Maka; lakukanlah sesuatu yang layak untuk ditulis, atau tulislah sesuatu yang layak untuk dibaca. Agar banyak orang yang mengambil manfaat darimu, dan kamu akan menjadi barisan orang-orang  yang terbaik. Karena sebaik-baik kamu adalah yang lebih bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar