Laman

Kamis, 15 Februari 2018

Day 15 Level 8 Teruslah Berlatih

Masih dengan konsistensi uang saku. Alhamdulillah anak kami sudah tahu nilai nominal dua ribu, hingga hari ke 15 ini.

****

Hari ini kami berencana menjenguk tetangga yang sedang sakit. Kami bertiga naik motor dan mampir ke toko untuk membeli sedikit oleh-oleh, atau cangkingan istilah jawanya. Setelah saya memilih barang yang akan kami bawa, anak saya minta jajan. Kebetulan hari ini saya tidak ada jadwal masuk kelas, otomatis anak tidak jajan karena tidak keluar rumah. Yang menarik buat saya adalah kalimat yang kelar dari pembiasaan kami selama ini.

"Umi, jajannya pilih yang mana? Kalau yang ini dapat berapa? Kalau yang ini berapa?"

Dari pertanyaan yang muncul, kami jadi paham bahwa maksud Mas adalah nominal dua ribu sehari kami. Sebagai orangtua, kami tidak melarang anak jajan. Namun kami mengatur pengeluaran untuk anggaran jajan sesuai dengan kemampuan keuangan keluarga kecil kami.

"Kok tiga Mas ambilnya?? dua saja." Saya mengingatkan. Namun sepertinya anak enggan untuk melepas jajan yang sudah dipilihnya. Saya pun mengijinkan, toh harganya pas dua ribu. Melihat saya mengijinkan ia untuk ambil tiga jajan dan saya Ok, ternyata anak mau ambil lagi jajan keempat. Buru-buru saya mengingatkan,

"Mas, jajannya sudah. Itu sudah dua ribu lo."
"Yang ini besok ya Um ya.." pintanya.
"Nggak setiap hari harus jajan kan??! Kalau di rumah masih ada, kita nggak akan beli. Beli jajan kalau ada uang, kalau nggak ada ya kita tidak jajan."

Saya berjalan ke arah kasir, Mas mengikuti dari belakang.

****

Sesampainya di kasir, Mas memberi kode untuk membeli sosis yang ada di meja kasir.
"Nddak, sudah." jawab saya tegas. Harus tega pokonya.
Dan Alhamdulillah anak bisa mengerti dan memahami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar