Hari ini Mas ngebet banget pengen minta buku baru. Buku yang kemarin udah penuh alasannya. Padahal juga masih ada sebagian. Namun karena buka bukunya nggak berurutan jadi langsung terlihat penuh.
"Oke, Umi antar. Tapi Mas beli sendiri ya." Begitu pinta saya.
"Tapi ditunggu."
"Iya, diantar dan ditunggu. Pulangnya juga sama-sama. Sekarang mandi dulu, setelah mandi kita beli buku."
Mas pun bergegas menuju kamar mandi.
****
Sesampai di toko, Mas pilih buku tulis hard cover.
"Aku minta dia ya Um."
"Boles, asal yang satu dipake setelah satunya habis." Jelas saya.
Ok, Mas pun pilih dua buku warna merah dan coklat. Ketika kami mau membayar, Mas belum juga beranjak.
"Um, aku mau lagi."
"Apa?"
"Balon."
"Kan sudah beli 2 buku mas. Tadi kita kesini mau beli buku kan? Kalau mau balon bukunya dikembalikan yang satu."
Melihat ekspresinya Mas berfikir keras. Saya dan suami menunggu sekian detik, membiarkan Mas memutuskan sendiri.
"Bukunya yang satu ditukar balon, Um." Akhirnya Mas menentukan pilihannya.
***
Sesampainya di rumah, Mas nggak sabar ingin segera menggambar di bukunya. Sekali menggambar sampai habis 6 lembar. Sayapun menjelaskan agar hemat buku, menulisnya harus berurutan bukan loncat-loncat sembarangan asal buka saja.
Alhamdulillah Mas belajar membuka halaman buku satu per satu. Meski untuk itu membuat kertasnya sampai kusut.
Kami sebagai orangtua masih perlu sekali banyak belajar. Semoga pilihan yang kami berikan Untuk anak adalah pilihan terbaik untuk keluarga kami dan bagi anak terutama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar