Nah, ini nih yang bikin saya seringkali nggak fokus. Seringkali saya merasa bahwa semua ilmu itu menarik dan penting. Hingga kali ini kita diberi tantangan untuk fokus pada ilmu yang memang kita perlukan dalam jangka dekat ini untuk menunjang kebahagiaan di telur hijau dan keterampilan di telur merah.
Setelah semedi beberapa hari dan merenung dalam-dalam, akhirnya saya memutuskan bahwa hal yang sering membuat mood saya berubah total adalah ketika saya terburu-buru untuk berangkat kerja, kelelahan karena semua pekerjaan domestik yang menumpuk dan seterusnya. Kalau sudah begitu saya stress, kebahagiaan saya melayang dan imbasnya pun semua yang dirumah akan menjadi salah.
hmmm... sadis banget ya mak...
Finally dari sini saya tahu kalau kuncinya ada di waktu. Sehingga dari lima telur orange yang saya buat, saya akan mengambil satu telur saja sebagai fokus untuk meningkatkan keterampilan saya di telur merah. Dan itu adalahhhhh..... MANAGEMENT WAKTU.
Saya berpikir bahwa selama ini saya belum bisa mengerjakan hal lain yang saya suka seperti nonton film, liburan, menikmati rumah yang rapi, pergi sekolah dengan bahagia dan santai, belum mendapatkan porsi yang cukup. Seringnya saya berangkat dengan tergesa dan meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan. Pas pulang, lelah itu semakin berat dengan melihat rumah yang berantakan. Awalnya saya mencoba berdamai, namun lama-lama eneg juga.
Dan harapannya ketika saya terampil mengolah waktu, hal-hal yang terkait dengan kegemaran saya akan mendapatkan porsi yang cukup. Sedangkan untuk 4 telur orange lainnya, akan saya kerjakan beberapa saja dulu yang berkaitan, namun bukan menjadi fokus utama. Saya masih perlu untuk mencari mencoba dan menemukan pola kapan waktu yang pas untuk melakukannya.
Oh ya, tugas kali ini saya beri nama My Teacher is My Mom. Hal ini berkaitan dengan peran keseharian saya sebagai guru di ranah publik dan ibu di ranah domestik. Meski demikian, keduanya memiliki makna yang berkaitan. Bagi anak saya, ibu adalah guru pertamanya. Sedangkan untuk anak didik saya, saya tak hanya sebagai guru, namun juga bisa menjadi ibu bagi mereka. Sangat sederhana...
Berikut mind map yang saya buat. Saat ini saya ambil sub topik, sehingga tujuannya adalah agar saya bisa berangkat kerja dengan membawa kedua anak saya dengan bahagia. Tanpa khawatir akan terlambat dan tergesa-gesa.
Saya berpikir bahwa selama ini saya belum bisa mengerjakan hal lain yang saya suka seperti nonton film, liburan, menikmati rumah yang rapi, pergi sekolah dengan bahagia dan santai, belum mendapatkan porsi yang cukup. Seringnya saya berangkat dengan tergesa dan meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan. Pas pulang, lelah itu semakin berat dengan melihat rumah yang berantakan. Awalnya saya mencoba berdamai, namun lama-lama eneg juga.
Dan harapannya ketika saya terampil mengolah waktu, hal-hal yang terkait dengan kegemaran saya akan mendapatkan porsi yang cukup. Sedangkan untuk 4 telur orange lainnya, akan saya kerjakan beberapa saja dulu yang berkaitan, namun bukan menjadi fokus utama. Saya masih perlu untuk mencari mencoba dan menemukan pola kapan waktu yang pas untuk melakukannya.
Oh ya, tugas kali ini saya beri nama My Teacher is My Mom. Hal ini berkaitan dengan peran keseharian saya sebagai guru di ranah publik dan ibu di ranah domestik. Meski demikian, keduanya memiliki makna yang berkaitan. Bagi anak saya, ibu adalah guru pertamanya. Sedangkan untuk anak didik saya, saya tak hanya sebagai guru, namun juga bisa menjadi ibu bagi mereka. Sangat sederhana...
Berikut mind map yang saya buat. Saat ini saya ambil sub topik, sehingga tujuannya adalah agar saya bisa berangkat kerja dengan membawa kedua anak saya dengan bahagia. Tanpa khawatir akan terlambat dan tergesa-gesa.
Saya buat mind map di atas pake aplikasi mindly. Karena tampilannya kecil, jadi perlu saya perbesar pake SS aja ya...
Project ini rencananya akan saya latihkan untuk tiga bulan agar menjadi habbit baru buat saya. Indikatornya adalah saya tidak terburu untuk berangkat kerja dan emosi saya stabil karena rumah rapi dan pekerjaan beres. Alokasi waktu yang saya berikan untuk urusan domestik adalah 30 menitan dan jeda antara waktu menyusui adik.
#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#InstitutIbuProfesional





Tidak ada komentar:
Posting Komentar