Laman

Senin, 06 Januari 2020

TELUR ORANGE (CARA BELAJAR YANG “GUE BANGET”)


Alhamdulillah masih bertahan sampai pada materi telur ketiga, yaitu telur orange. Sebenarnya semakin kesini kok semakin pengen merevisi, tapi kalau direvisi malah jadi semakin mulek dan gak jelas.  So, saya putuskan untuk tetap merevisi sebagian saja. Saya harus benar-benar memilih ilmu yang paling saya perlukan dalam jangka 5 bulan kedepan dan terampil dibidangnya.

Pertama yang harus saya lakukan adalah menentukan tujuan belajar. Semedi dulu buat menemukan alasan terkuat agar bisa bertahan meski badai menghadang. du.. duu...duu...duuu....

Yups, alasan terkuat saya sehingga saya harus menguasai keterampilan ditelur merah adalah sebagai berikut.
  1. Fun teaching and playing. Sebagai seorang guru, saya tentunya ingin banget menjadi sosok guru yang menyenangkan buat anak-anak, teman belajar yang asyik, sehingga materi yang akan saya sampaikan menjadi mudah diterima ketika mereka sudah merasa senang dan nyaman dengan saya. Selain itu, saya juga mempunyai anak yang masih usia pra sekolah, tentunya saya harus menjadi ibu yang mengasyikkan buat mereka.
  2. Management waktu. Membawa kedua anak untuk pergi ke sekolah sebelum jam tujuh itu adalah super sekali. Suami yang juga harus berangkat bekerja, saya juga bekerja di ranah publik. Sehingga kegiatan pagi menjadi begitu menyibukkan. Mulai memandikan anak, memasak, menyiapkan pakaian dan seterusnya. Sedang jam pulang pun sudah sore, suami harus masih mengurus TPA ditengah lelahnya, dan saya masih harus bertanggungjawab dengan  rursan rumh dan baby usia 9 bulan serta kakaknya yang 5 tahun. 
  3. Family management. Berantakannya rumah membuat suasana bertambah kacau. Sehingga saya perlu untuk memberdayakan suami dan kakak untuk membantu pekerjaan rumah. Minimal mereka bertanggungjawab dengan barangnya masing-masing. Untuk itulah saya perlu ilmu bagaimana cara mengajak mereka untuk terlibat. Karena untuk menggaji art dan ambil pihak ketiga pun kami belum mampu untuk saat ini.
  4. Memasak cepat dan simple. Keuangan kami yang masih perlu dibelanjakan dengan bijak, membuat kita harus berhemat dengan tidak terlalu sering jajan di luar. Solusinya adalah makan dirumah atau bawa bekal. Dan inilah yang menjadi tantangan pekerjaan saya di pagi hari. Sehingga saya perlu untuk menyajikan sarapan sehat yang nggak ribet dan cepat proses membuatnya. Sehingga suami dan anak-anak pun pergi kerja dalam kondisi telah sarapan.
  5. Mengelola keuangan keluarga. Untuk saat ini, kami masih mendapatkan rejeki yang cukup dalam segi keuangan. Jadi harus benar-benar dikelola dengan baik agar tidak minus di akhir bulan. Ahamdulillah kalau bisa dikembangkan menjadi modal usaha.


Untuk menunjang kelima hal diatas maka saya perlu ilmunya. Berikut ilmu yang sekiranya terkait untuk mendukung kelima telur merah saya.
  1. Cara mengajar yang menyenangkan
  2. Permainan /ice breaking
  3. Management waktu
  4. Menata rumah
  5. Manangement tim
  6. Gizi seimbang
  7. Management keuangan
  8. Bisnis sampingan
  9. Cara investasi dunia akhirat
  10. Mengembangkan potensi anak
  11. Cara mendidik anak laki-laki dan perempuan
  12. Pendidikan berbasis fitrah

Sumber imu yang bisa saya jadikan rujukan adalah
  1. Alquran dan hadits
  2.  Buku penunjang
  3. Seminar online/offline
  4. Bertanya pada ahlinya
  5. Diskusi bersama suami dan anak-anak

Cara belajar yang saya suka adalah
  1.  Teori dan praktik
  2.  Audio visual
  3. Baca buku
  4. Diskusi dan Tanya jawab langsung




#janganlupabahagia
#jurnalminggu3
#materi3
#kelastelur
#berkecepatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional




Tidak ada komentar:

Posting Komentar