Laman

Jumat, 15 Mei 2020

Jurnal 2 Kelas Kupu-kupu

Sesuai dengan panduan mingguan yang diberikan, maka pekan kedua ini kita membuat kesepakatan tujuan antara mentor dan mentee selama 6 pekan kedepan.

Minggu lalu, saya menerima 4 mentee. Berikut adalah cerita tentang serunya cara kita membuat kesepakatan bersama.

1. Mbak Neni. Beliau memutuskan untuk ganti mentor di Minggu 2 ini. Saya langsung iyakan aja. Mentee berhak untuk memilih.

2. Mbak Minta. Beliau ingin melatih skill konsisten dan komitmen manajement waktu. Agar menjadi ibu yang bahagia ketika terlaksana semua kegiatan sesuai rencana harian mingguan tahunan. Terutama dalam hafalan quran dan membersamai 4 teman kecil. Tantangan terbesar yang dihadapi selama ini adalah
Kosisten dan komitmen serta motivasi dan pembelajaran langsung dan ingin memperbaiki komitmen yang telah dibuat.

3. Mbak Nia. Beliau ingin agar peran yang telah dipilih berjalan dengan optimal. Karena beliau adalah ibu yg bekerja di ranah publik. Selain itu beliau juga ingin terampil untuk membuat Todo list sesuai prioritas. Karena selama ini suka terpancing dengan kegiatan yang nggak sesuai dengan tujuan awal. Jadi ingin memperbaiki komitmen dan konsistensi.

4. Mbak Angrum. Beliau yg sempat vidcall sama saya meskipun terputus putus karena Singal. Beliau ingin juga memperbaiki komitmen waktunya agar tidak terbuang sia-sia. Tantangan terbesar adalah mood dan konsisten.

5. Mbak Endah, beliau baru Kontak saya sore tadi. Karena belum dapat mentor untuk manajemen waktu. Akhirnya saya memutuskan untuk menerima, sebagai ganti dari mbak Neni. Cuman belum sempat ngobrol banyak.


Sedangkan untuk saya sendiri. Management waktu itu adalah sebuah proses yang never ending. Kuncinya adalah ketika kita bahagia dengan kegiatan yang kita lakukan. Kita merasa puas, tidak terlalu luang dan juga tidak terlalu sempit waktu. Sehingga pada kesempatan ini saya memilih untuk cekatan di portofolio anak. Saya menetapkan tujuan di kelas kupu-kupu ini adalah saya bisa menyusun portofolio anak, yang bisa diakui oleh sekolah formal. Bersama mentor saya Mbak Tami, yang sudah menjalani HS selama 8 tahun terakhir. Tantangan yang saya hadapi adalah, saya belum bisa menyusun portofolio anak. Poin apa saja yang harus dimunculkan dan bagaimana cara menyusun rencana kegiatan untuk ber HS maupun HE.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar