Laman

Jumat, 11 Maret 2022

Mau Ngaji Sama Umi di Rumah

Sejak hamil anak ketiga, yang memang jaraknya berdekatan, otomatis membuatku sedikit agak sibuk lah ya... Selain kerja, ngurus anak, juga ngajar TPA di mushola sebelah rumah. Akhirnya aku pilih mengurangi TPA dulu, yang sementara dihandle suami. 

Lama kelamaan suami kelelahan juga, habis kerja, langsung TPA sampai selepas isya ngajarin bapak-bapak baca iqro juga. Akhirnya tipus suami kumat. Lumayan agak lama, dan mau gak mau TPA jadi libur. Sebenarnya ada dua ibu-ibu yang bantu, tapi kalau suami nggak jalan akhirnya vakum juga. 

Setelah sekian lama vakum, aku mencoba antar kakak ke TPA sebelah. Seneng juga sih kakak krasan. Cuman pasca sakit dan libur lama jadi agak malu lagi. Tambah lagi pas masuk pertama, setelah sakit kakak muntah di TPA. Fix, dia nggak mau lagi. 

*****
"Kak, ngaji yuk... Ditunggu Umi gak papa."
"Nggak mau." Jawabnya enteng. 

Lagian kalau kupaksa seringnya dia jadi pusing begitu. 

"Ok, boleh ngaji di rumah, tapi harus tertib ya.." ajuku.
"Iya." Jawabnya setelah nego kesekian kali mulai mengurangi hari dan jam belajarnya. Akhirnya kita sepakat untuk ngaji di rumah mulai jam 15.30 sampai jam 17.00 wib. 

Jam 14.15 aku baru sampai rumah, langsung mandi dan mulai menemani tiga bocilku belajar ngaji. Karena Mbak yang menjaga mereka saat aku bekerja pulang jam 15.00.

***

Terkadang aku seneng saat anak lebih nyaman belajar bareng aku di rumah. Kadang aku juga merasa kelelahan saat harus maraton dengan berbagai kegiatan rumah, sekolah dan anak-anak. Tapi tetap harus disyukuri, walau bagaimana pun mereka adalah anugrah dari Allah yang harus kita jaga dengan sepenuh hati. 

"Kak, ngajinya langsung Al-Quran aja ya." Tawarku. 
"Kalau aku nggak bisa gimana?" Jawabnya ragu.
"Insya Allah bisa. Coba aja dulu. Nanti kalau nggak bisa ya balik lagi pakai iqro." Aku memberi solusi. 

Anak sulungku ini akhirnya mau mencoba juga. Meski terbata, ia dapat menyelesaikan surat pertama dengan baik. Meski selama ini sudah dihafal di luar kepala, tetap aja dia bingung saat membaca tulisannya. 

Good job nak... besok kita belajar lagi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar