Challenge wajib kali ini bertema Keluarga. Hmmm... aku harus cerita apa ya?? 😕
Auto mikir keras sambil ingat-ingat perjalanan keluarga kecil kami.
Menjelang milad yang ke-9, alhamdulillah kami sudah diberi amanah tiga krucil. Seorang laki-laki dan dua orang perempuan. Meski sempat menglami keguguran di masa lalu, setelah anak pertama, semoga Allah memberikan yang terbaik buat kami. Menjalani hari demi hari sampai saat ini, tentu bukanlah hal mudah. Air mata seringkali mengiringi hari-hari kami. Mulai dari faktor ketidak cocokan dengan kebiasaan terhadap pasangan, pengasuhan anak, faktor ekonomi, sampai bingungnya kita karena belum punya rumah untuk tempat tinggal. Untungnya semua bisa kami lalui meski tertatih, dan masih terus berjuang hingga saat ini. Karena bahagia itu harus diperjuangkan.
Di tahun ini, kami membuat nama khusus untuk keluarga, yakni *KAAFAH*. K untuk Keluarga, selanjutnya A, A, F, A, dan H merupakan inisial dari nama masing-masing anggota keluarga. Kaafah sendiri berasal dari bahasa arab yang mempunyai makna semua, menyeluruh. Harapannya, dengan kehadiran tim kecil ini telah melengkapi kebahagiaan kami sebagai kedua orangtuanya. Karena anak-anak adalah pelengkap kebahagiaan dari pasangan suami istri.
***
Dulu, sebelum menikah, seringkali yang terbayang hanyalah hal-hal indah saja. Seperti kebanyakan film anak-anak yang sering saya lihat waktu kecil. Kisah Cinderella, Putri Tidur, Beauty and the Beast, dan masih banyak lainnya. Seoalah, semua masalah yang akan kita hadapi bakalan selesai dan berakhir indah saat ada pangeran berkuda putih yang datang untuk menikahi kita. Dan semua tampak sedemikian sempurna.
Eh, giliran menikah kok ya ada aja ujiannya. Saat baru menikah, belajar adaptasi sama pasangan dan keluarganya. Setelah memiliki anak, kita harus berjibaku lagi belajar bagaimana mengasuh anak, serta berupaya pula menjadi sosok ibu yang terbaik baginya. Begitu anak kedua lahir, harus upgrade lagi ilmu parentingnya. Karena dua anak sudah berpeluang untuk sering mendengar mereka berebut mainan. Tambah anak otomatis harus tambah pengeluaran keluarga, istri mulai belajar cermat dan cerdas finansial. Agar urusan dapur nggak ambrol.
Begitulah tantangan yang semakin kesini semakin naik level. Jauh berbeda dengan kehidupan keluarga yang tampak indah dilayar kaca. Dari sini aku mulai sadar, yah.. inilah the real kehidupan. Dimana akan selalu ada chalenge disetiap waktu. Dan itu harus kita tuntaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar