"Waaikum salam.. Ummi..." sambut anak keduaku seraya berlari memelukku.
"Bekalnya habis tadi? " tanyaku saat melihat wadah bekal tergeletak di atas meja.
"Iya, aku tadi pinter. Bekalku habis." Celotehnya bla... bla... mengalir begitu saja.
"Iya lo, Um. Tadi sampai rumah minta makan lagi. Gak biasanya. Mungkin tadi kurang, terus dibilang Bu Guru, kalau kurang makan lagi di rumah." Mbak menimpali.
Dalam hati, seneng banget kalau anak suka apa yang kita siapkan. Apalagi kalau pas pulang, bekalnya sudah habis semua. MasyaAllah... bahagianya serasa ada 🌹🌹bunga🌹🌹 dimana-mana... Padahal menunya juga biasa aja. Jangan abrasan. Alhamdulillah, setelah challenge 30 hari masak untuk keluarga, jadi bisa niteni apa saja menu yang disuka Hagia. Sayangnya belum sempat ambil gambar, karena sebelum berangkat posisi terburu-buru berangkat, sedang pulangnya sudah habis atau sudah dicuci mbak.
****
Hmm... Hagia memang ekspresive banget dalam mengungkapkan apa yang dia rasa. Saat dia senang, ia akan berlarian ke sana kemari. Saat ia sedih, tak tanggung juga nangisnya kenceng banget. Bahkan kalau doi lagi marah, gak segan juga ngurung diri di kamar. Biasanya terjadi saat saya dan Abinya satu suara dalam menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.
"Abi nakal, umi nakal, aku nggak suka." Sambil ngomel, ngeloyor ke kamar dan menutup pintu. Kalau sudah begini, kita mah selow saja. Nunggu sampai ia sendiri yang keluar kamar. Paling juga cuman beberapa menit saja. Baru setelah keluar, dia akan bercerita sendiri tantang perasaannya. Barulah kami mengarahkan dan menjelaskan alasanya kami sebagai orangtuanya.
Seperti saat ia membuang makanan, atau menggunakan makanan untuk bermain. Waktu itu susu formula yang digunakan untuk bermain. Bikin susu tapi nggak diminum. Terakhir pas sisa susunya masih setengah bungkus, diisi dengan air. Auto kan saya langsung menegur. Hagia pun nangis, dan ngadu ke Abinya. Ternyata Abi malah bilang kalau apa yang dilakukannya tidak boleh. Akhirnya ia nangis masuk kamar. 🤭
Tidak ada komentar:
Posting Komentar