Judul: Menikah dengan Setan
Penulis: Isrina Sumia
Tebal buku: 523 halaman
Penerbit: Adhi Sarana Nusantara
****
Berawal dari lihat story punya Mama Ocha yang punya setumpuk novel, saya pun mencoba buat wapri. Izin pinjam novel apa ajalah. Menikah dengan Setan ini adalah novel kedua yang saya pinjam, setelah Hati Suhita. Alhamdulillah, bisa dapat pinjaman. Nggak modal banget ya... 🙈
Pas dapat buku itu, pertama kali kesan saya "Duh... kok novel horor sih. Mana tebal banget lagi." Walhasil, karena dzan saya itu, sukses bikin si novel nangkring di meja saya berhari-hari tanpa ingin membukanya. Cuman pegang aja, geser dikit, taruh di tumpukan yang lain. Karena ada rasa ewuh, pinjam kok lama banget, kalau dibalikin tanpa dibaca kok kurang ajar juga. Akhirnya saya paksakan buat baca.
Halaman demi halaman mulai saya baca perlahan. Ternyata I cant stop reading. Sampai-sampai yang mulanya hanya membaca untuk pengisi waktu luang, malah sampai bawa buku pulang. Jadi kena tegur Bapaknya anak-anak. 😁
****
Cerita dalam novel ini menyuguhkan sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Rhandra yang divonis mengidap HIV sejak usia 6 bulan, dan tumbuh dalam kesunyian. Ia merasa bahwa Tuhan tidak adil pada dirinya. Sebagai wujud penentangannya kepada Tuhan, ia ingin menodai Halimah. Gadis yang dikenal cantik dan shalihah di desa itu.
Demi menyelamatkan ibunya, Halimah terpaksa menikah dengan Rhandra. Halimah tak punya pilihan lain. Rasa sakit hati karena kekasihnya lebih percaya dengan fitnah yang ditujukan padanya, tanpa mencari tahu kebenaran terlebih dahulu. Dan juga demi ibu dan kedua adiknya.
Seiring berjalannya waktu, Rhandra mulai jatuh cinta. dan Halimah pun merasakan hal yang sama. Namun perjalanan cinta keduanya harus melewati berbagai rintangan dan ujian kesabaran. Perjuangan Halimah sebagai seorang istri seutuhnya bagi Rhandra, dan rasa cinta Rhandra yang tak ingin membuat istrinya merasakan sakit seperti dirinya. Ditambah kehadiran Haikal, yang ingin kembali menjalin hubungan dengan Halimah ditengah rumitnya rumah tangga mereka.
Yang lebih menarik, penulis menyelesaikan konflik dengan apik dan happy ending.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar