Mulai pagi selepas subuh aku terjun ke dapur, sampai pukul 06.00 kemudian menyiapkan seragam untuk anak-anak sekolah. Lanjut 06.45 berangkat bawa anak-anak, ke sekolah saya. Setelah nempelin jempol di fingerprint, lanjut antar anak kedua. Anak pertama ikut sekolah saya. Suami di rumah menunggu saya kembali. Setelah antar anak kedua, muter lagi lewat rumah, ambil anak ketiga bawa ke sekolah. Sedang suami, baru bisa berangkat kerja setelah si bungsu bersamaku.
Dilain hari, saat saat kondisi si bungsu tak memungkinkan dibawa sekolah, aku dan suami izin bergantian buat menjaga dirumah. Saya izin 1 hari, dan suami 1 hari. Gak enak sama atasan kalau izin lebih dari 2x dalam seminggu.
Selang 3 hari di rumah, panas bungsuku tak kunjung turun. Akhirnya kubawa ke puskesmas. Dokter bilang, radang. Pantas aja panasnya nggak turun-turun karena radangnya belum terobati. Alhamdulillah tiga hari udah sembuh. Cuman mbak yang momong belum kunjung sembuh. Apalagi habis opname di Puskesmas karena dehidrasi dan tensinya tinggi.
Aku dan suami berembug, siapa yang bisa dititipi jaga anak? Alhamdulillah, adik ipar bisa. Jadi 3 hari lalu bungsuku ditemani adik ipar. Beruntung hari ini Libur cuti bersama Imlek. Agak sedikit longgar kita rebahan di rumah aja bareng anak-anak.
Kehebohan seperti ini sebenarnya tidak berlangsung lama, dan insidental saja. Cuman cukup membuat kita sangat keteteran. Beruntung tempat kerja saya dekat, sekitar 1,2 km dari rumah. Otomatis sayalah yang lebih banyak berperan bolak-balik antar, jemput dan jenguk anak. Antar jemput anak pertama dan kedua, jenguk anak ketiga untuk menyusui di jam istirahat pagi, dan siang sekalian antar kedua kakaknya pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar