Alhamdulillah, pagi ini bisa hadir dalam rangka memenuhi undangan wali santri bersama keluarga besar SDIT Nurul Fikri Gandusari. Awalnya sempat ada keraguan, antara hadir dan tidak. Karena acara di pagi hari jam mengajar dan siang jam 10 ada undangan KKG di Gugus.
"Mohon konfirmasi kehadiran", begitu pemberitahuan dari Ustadzah di grup wali. "In syaa Allah, saya usahakan hadir pada jam istirahat". Ketik saya di grup.
Oke, Bismillahirohmanirohim. Ya Allah, aku berusaha menjalankan peranku sebagai wali santri, agar ilmu yang didapat anak-anakku berkah. Disisi lain aku juga harus menjalankan peranku sebagai guru yang mengajar di kelas. Bantu aku Ya Allah… Begitulah kurang lebih pinta saya pagi itu.
Alhamdulillah jam istirahat saya izin ke KS, untuk menghadiri undangan wali murid jam istirahat, dan lanjut ke KKG. Saya izin ke Ustadzah untuk datang terlambat dari jam yang ditentukan dan minta izin tidak dapat mengikuti sampai selesai karena ada KKG. Dan ternyata, Allah punya cara yang paling lembut untuk mengatur semuanya. Saya bisa mengikuti acara itu sampai selesai, dan ternyata KKG nya ditunda.
****
Materi yang disampaikan terkait dengan masalah sosial media yang memiliki dampak pada sikap siswa terhadap orangtua, guru dan teman. Memang, fakta selama ini gadget merupakan barang yang lumrah, dan bukan lagi barang mewah. Hampir semua orang memiliki gadget. Tidak peduli muda, tua bahkan anak-anak sekalipun. Gadget telah menyerap perhatian banyak orang.
Meski masa pandemi telah usai, ternyata penggunaan gadget yang awalnya untuk pembelajaran, beralih fungsi untuk sosmed dan game dikalangan anak-anak. Hal ini yang menyebabkan perubahan sikap pada anak. Filter dalam diri mereka untuk menyaring informasi belum cukup kuat, ditambah lagi fakta bahwa anak adalah peniru ulung, membuat mereka latah mengikuti apapun yang ada di sosmed.
So, langkah apa yang harus kita tempuh???Kita bisa menggunakan 3B untuk meminimalisir kebersamaan anak dengan gadget. Pertama adalah Beraktifitas bersama. Apapun aktivitas kita di rumah, libatkan anak-anak di dalamnya. Perkaya wawasan mereka tentang segala sesuatu. Sehingga anak-anak memiliki banyak referensi dalam kehidupan.
B yang kedua adalah Berulang-ulang. Lakukan aktivitas bersama tadi dengan berulang-ulang. Jangan bosan, jangan merasa obrolan kita bersama keluarga adalh hal sepele. Meski sekedar basa-basi, tatap saja lakukan. Lambat laun akan terbiasa dan terbentuk bongding dalam keluarga.
Yang terakhir adalah beragam kegiatan. Ajak anak mencoba hal baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar