Sepulang sekolah, initip FB. Langsung nongol notif dari kelas KLIP.
"Memanggil geng Cinderella yang biasa setoran menjelang tengah malam... mana suaranya?
Hari ini setoran ditutup pk 18.00 WIB ya.
Buat yang setorannya baru 9, 19, 29, segera genapkan secepatnya kalau nggak mau ngerasa seperti gatal yang nggak bisa digaruk. Ngeselin abis!
Jangan lupa besok pantau email cinta dari Ketua Kelas untuk TOP 99 setoran terbanyak yang berhak masuk grup Telegram."
****
Start awal tahun ini, pasang targetnya nggak muluk-muluk. Biar nggak terlalu berat. Cukup sepuluh setoran aja. Nggak apa-apa belum masuk grup Telegram. Yang penting bisa dapat badge standar.🤭
Di awal bulan ikut KLIP tuh semangat banget, seminggu bisa setor sampai lima. Habis getu stop, dan baru sadar udah tanggal dua puluhan. Whuih... masak baru mulai udah indent DO. 😄 Malu lah, udah DO berulang kali. 🙈
Bukan nggak konsisten sih, tapi lebih karena kondisi. Pas anak lagi sakit, dan otomatis anak-anak yang harus jadi prioritas waktu itu. Beruntungnya bisa dikejar pada pekan terakhir. 😉
Receh banget ya, tapi begitulah salah satu cara untuk melepas penat. Ngomongin hal receh dan remeh. Yang pastinya bakal bikin kita ter-uwuw saat nanti Om FB nunjukin memory ini beberapa waktu yang akan datang.
Dan yang paling penting adalah, mengurangi jatah ngomel 20.000 kata perhari.
Wow, keren banget kan ya???!!
The power of emak. Bahkan sependiamnya aja, bisa punya jatah kata 16.000. Masih banyak banget kan...
Sampe pernah ya, pas lagi nggak enak badan getu, bisanya cuman diem aja. Pengennya rebahan dan no coment tentang apapun. Begitu agak mendingan, langsung cas cis cus, ngedumel mana yang suami nggak bener naruh sepatu, anak-anak yang lupa bawa handuk habis mandi, dan buanyak banget printilan rumah yang nggak apda tempatnya.
"Alhamdulillah, kamu udah sehat." Kata Bapaknya anak-anak.
Nah, kan... bisa jadi indikator kesehatan loh ternyata. 🤣
****
Tulisan ini dibuat untuk closing target 300 kata, yang kudu disetor sebelum jam 18.00 wib. 🙃 So, kalau ngawur dan receh banget ya abaikan aja. 😊 Sebagai wujud dukungan penuh dari Bapaknya anak-anak, Beliau kasih seperangkat kotak pensil berserta isinya. Alhamdulillah....
Meski behind the scene nya karena receh juga. Gegara dikomentarin anak-anak.
"Bu, itu kotak pensil kan sejak kita kelas dua." Celentuk mereka yang masuk kelas lima tahun ini. Dulu ketemu mereka pas awal kelas dua. Ya kok masih ingat to cah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar