Laman

Rabu, 12 Desember 2012

EKSTRO GIRL (Part 2)

Remaja Ekstro Or Trouble Maker???!!!

Sobat remaja, tahukah kamu bahwa masalah kenakalan dan kriminalitas remaja dalam beberapa tahun ini terus meningkat, baik jumlah maupun kualitasnya?
Kenakalan remaja saat ini semakin mengarah pada tindakan kriminal, seperti; pencurian, pemerkosaan, penggunaan narkoba, bahkan pembunuhan. 

Beberapa waktu lalu di salah satu stasiun TV swasta mengabarkan seorang siswi di keroyok empat orang temannya karena alasan cemburu. Siswi tersebut di aniaya hingga lebam-lebam dan kemudian ditelanjangi. Ia mengiba minta maaf tetapi tidak dihiraukan oleh mereka. Akhirnya keempat siswa yang melakukan penganiayaan tersebut harus mendekam dipenjara. Sedangkan si korban dirawat di Rumah Sakit.

Selain mengalami luka fisik, ia juga mengalami gangguan psikis berat. Benar-benar tragis. Hanya demi kepuasan sesaat, ingin nunjukin jumawanya, bahwa dirinya bisa melakukan apa saja pada setiap wanita yang berani mencoba mendekati pacarnya. Ingat, sekali lagi saya bilang “PACARNYA”. Ya, cuma sebagai pacar, ia tega menganiaya korban yang notabene masih temannya satu sekolah. 

 Memang sosok “Pacar” merupakan sebuah status yang oleh kalangan remaja dianggap sebagai sesuatu yang layak untuk diperjuangkan, sekaligus dipertahankan. Hingga akhirnya, akibat dari mempertahankan hubungan itu, segerombolan remaja ini harus berurusan dengan pihak pertahanan, yaitu para Polisi dan sekaligus harus mendekam di dalam penjara. 

Inikah cewek Ekstro???!!!

   Masih tentang kriminal. Berita lain juga mengabarkan adanya kasus pembunuhan di Bojong Gede, Depok―Jawa Barat, pada Rabu (18/7/2012) dini hari terhadap Jordan Raturomon (50) dan anaknya, Edward Raturomon (20). Salah satu pelakunya―ketika kasus tersebut terungkap―adalah A, seorang remaja usia 14 tahun. Wuih,,, benar-benar “Ruarrr Biazaa”…! 

Data Profil Kriminalitas Remaja 2010 oleh BPS mengemukakan, selama 2007 tercatat sekitar 3.100 pelaku remaja berusia 18 tahun atau kurang. Jumlah itu meningkat pada 2008 menjadi 3.300 pelaku dan menjadi 4.200 pelaku pada 2009. Hasil analisis data yang bersumber dari berkas laporan penelitian kema-syarakatan Bapas mengungkapkan, bahwa 60% dari mereka adalah remaja putus sekolah, dan 67,5% masih berusia 16 sampai 17 tahun.  
 Selain itu, ketua Komisi Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait mengatakan, bahwa setidaknya saat ini terdapat sekitar 7.000 lebih anak yang mendekam di penjara. Kebanyakan dari kasus mereka adalah narkotika, pelecehan seksual, pencurian dan pem-bunuhan. 

Satu lagi, hal ini terjadi di salah satu sekolah di Kabupaten Trenggalek. Seorang teman saya yang kebetulan juga menjadi guru BP di sekolah tersebut menceritakan bahwa ada seorang siswinya kelas 3 SMP yang tidak bisa ikut ujian akhir nasional dikarenakan si doi melahirkan. Wuih.., seperti inikah yang disebut cewek luar biasa??!! Di usianya yang relatif muda, sudah bisa menjadi ibu dari bayi yang dilahirkannya saat masih duduk di bangku SMP. Prestasi atau aib??!! 
  
 Kisah lain, sebut saja Rayna, salah satu siswa SMP juga, yang saat itu dengan bangganya menceritakan kepada guru BP-nya tentang hubungan pacaran yang ditekuninnya bersama si doi. “Tenang saja Bu, saya pacarannya sehat kok. Paling cuma bagian atas saja, kepala sampai dada. Yang bagian-bagian dada ke bawah tidak kok, Bu.” Ceritanya tanpa malu dengan mengungkapkan apa yang telah dilakukannya dengan pacarnya, dengan dalih ia akan menjalin hubungan yang serius dengan pacarnya itu. 
  
Beberapa waktu setelah kejadian itu si guru menanyakan bagaimana perkembangan hubungannya, si doi menjawab dengan entengnya. “Saya sudah tidak sama dia lagi, Bu. Saya sudah punya yang lain.” Gubrakz…! Kayak baju saja, setelah kotor dipakai atau kusut, tinggal lempar ke keranjang baju, lalu ambil lagi yang masih bersih dan licin. 

Sobat Remaja, banyak di kalangan teman-teman kita remaja yang menganggap bahwa hubungan pacaran itu merupakan suatu kewajiban. Bahkan akan menjadi aib jika tidak punya pacar. Sampai-sampai program TV pun ikutan latah dengan menampilkan tayangan-tayangan remaja yang semakin membombardir mereka dengan boom syahwat. Mulai dari sinetron Putih Abu-Abu, Cinta Cenat-Cenut, Arti Sahabat, Nada Cinta dan masih seabreg yang lainnya. Bahkan sinetron yang berseting siswa SD sekalipun, juga menampilkan budaya pacaran. 

Dilihat dari alur cerita, kesemua sinetron yang berseting sekolah ini hanya menggambarkan kisah percintaan pelaku utamanya saja. Perebutan pacar yang dilakukan oleh pemeran utama dan pemeran antagonis. Kesemuanya tak jauh-jauh dari situ. Seragam yang digunakan pun jauh dari kesan sopan, baik yang diperankan oleh gurunya, ataupun siswanya. Selain baju yang sangat ketat, dan tidak dimasukkan, rok yang dikenakan sangatlah pendek. Ditambah lagi dengan adegan-adegan yang dilakukan dalam sinetron tersebut sukses menghipnosis remaja yang merasa bahwa sinetron itu “Gua Bangetz getu loh….!” 

Walhasil, sukseslah tayangan itu menghipnosis para remaja dan membuat mereka merasa bangga jika ia punya pacar. Hingga memacu bagi yang belum punya pacar untuk segera berburu. Bahkan sering pula kehormatan digadaikan dengan alasan sebagai bukti kesetiaan atas nama cinta. Gubrakz...! 

 My Sis rahimakumullah... apakah ini yang akan menjadi fokus hidup kita? Yang akan menyerap seluruh energi para remaja di waktu muda?? Saat fisik masih kuat, saat tulang masih tegap, saat waktu masih begitu luang, haruskah semua itu hanya digunakan untuk memenuhi tuntutan nafsu syahwat semata??! 

 Rasul kita telah mengingatkan dalam sabdanya. Sesungguhnya seseorang di hari kiamat tidak akan dibangkitkan kecuali Ia akan ditanya tentang 4 perkara, untuk apa umurnya, masa mudanya dipergunakan, dari mana hartanya diperoleh, dan apa yang telah dilakukannya dengan ilmunya. 

  Sobat Muda.. Alangkah malunya ketika kelak kita dibangkitkan dengan membawa amal buruk kita yang tiada tara banyaknya. Tak ada masa muda yang kita ukir dengan prestasi yang membanggakan. Tak hanya di dunia bahkan hingga kita di akhirat kelak. Berapa banyak waktu yang terbuang hanya untuk pacaran? Sudah waktu terbuang sia-sia, menguras isi dompet, harus pula pusing tujuh keliling jika si doi lagi ngambek. Huft…! Mari sejenak kita renungkan apa yang telah kita lakukan selama ini. Masihkah banyak waktu kita yang terbuang sia-sia dan percuma?? Tanyakan pada hatimu yang terdalam kawan. Jawablah dengan penuh kejujuran. 



(Bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar