Penyusun : Nailah Assagaf
artikel ini saya izin culik dari akun bunda Sholihah
https://www.facebook.com/maratusholihah.ummumuthia/posts/1666996396648993
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Membesarkan seorang anak, adalah tantangan buat orangtua, apalagi jika anak tersebut memiliki karakter Strong Willed atau yang dikenal sebagai anak berkemauan kuat. Beberapa orang mencap mereka dengan anak "keras kepala" bahkan ada yang bilang "kepala batu". Benarkah begitu?
Membesarkan seorang anak, adalah tantangan buat orangtua, apalagi jika anak tersebut memiliki karakter Strong Willed atau yang dikenal sebagai anak berkemauan kuat. Beberapa orang mencap mereka dengan anak "keras kepala" bahkan ada yang bilang "kepala batu". Benarkah begitu?
Harvey Karp, M.D, dokter anak sekaligus penulis buku‘The happiest baby dan the happiest toddlers on the block‘, karakter anak dibagi menjadi 3 yaitu : Mudah (easy), Shy (Pemalu), dan Spirited (Bersemangat / Keras).
▶ Senang melakukan hal dengan serba cepat (makan, berbicara, berjalan)
▶ Lebih aktif ( mereka berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, dan berputar lebih lama )
▶ Lebih tidak sabaran ( mereka tidak suka berbagi dan bergantian )
▶ Lebih impulsive ( mereka lebih mudah dialihkan dan gampang jatuh )
▶ Lebih tidak mau nurut ( mereka lari ke keramaian, lihat orangtua sekilas dan lari lagi ke jalanan )
▶ Lebih keras ( mereka mudah marah, tetap menangis walau keinginannya sudah dipenuhi)
▶ Lebih intense ( kalau senang, happy banget, kalau sedih sedih sekali, begitu juga marah )
▶ Lebih sensitif ( perasaannya lebih mudah tersinggung atau tersakiti )
▶ Memiliki jam tidur menurut versi mereka sendiri, walau mereka sudah terlihat kelelahan mereka tidak akan serta merta menuruti kemauan kita untuk segera tidur siang
▶ Mengabaikan kata "Tidak"
▶ Mempunyai aturan versi mereka
▶ Senantiasa menyampaikan keinginan mereka, dan berharap kita akan segera mengabulkan permintaannya. Contoh jika ingin dibelikan mainan, maka anak Strong Willed akan berusaha membujuk orangtua nya agar cepat mengabulkan keinginannya, dan itu berlaku untuk hal apa pun yang ia sukai atau inginkan
▶ Senang memberitahu anak lain apa yang harus mereka lakukan, terkesan agak "bossy" atau mungkin berbicara seperti seorang guru pada murid nya
▶ Berusaha mendapatkan mainan yang paling bagus
▶ Mempertahankan keinginannya. Jika sudah mau yang gelas Biru, maka ia akan konsisten dengan kemauannya, jika hari itu ingin pakai baju bergambar Teddy Bear maka harus memakai baju itu, tidak perduli baju nya cuci kering pakai
▶ Menolak melakukan apa yang mereka tidak ingin lakukan
▶ Senang mengontrol diri mereka sendiri, mereka menolak bantuan orang lain sesuatu yang bisa menurut mereka dikerjakan sendiri, oleh karena itu anak Strong Willed akan terlihat lebih mandiri
▶ Anak Strong Willed adalah anak anak calon Pemimpin Masa depan, maka jika suatu saat anda menyuruh mereka untuk menjauhkan Buku Gambar Favorit nya, maka mereka tidak akan langsung melaksanakan perintah anda, mereka akan butuh waktu 10 menit untuk berfikir melakukan hal tersebut sesuai cara mereka sendiri, bukan dengan cara orangtua nya, maka ciri menonjol lainnya, mereka cenderung tidak segera melaksanakan perintah orangtua atau guru nya, bahkan kadang melelet-leletkan
▶ Cenderung mengabaikan peraturan. Jika kita menyuruh "nak pegangan tangan kalau menyebrang, mereka malah melepaskan tangan anda", jika anda menyuruh belok kanan, mereka malah belok kiri
▶ Lebih aktif ( mereka berlari lebih cepat, melompat lebih tinggi, dan berputar lebih lama )
▶ Lebih tidak sabaran ( mereka tidak suka berbagi dan bergantian )
▶ Lebih impulsive ( mereka lebih mudah dialihkan dan gampang jatuh )
▶ Lebih tidak mau nurut ( mereka lari ke keramaian, lihat orangtua sekilas dan lari lagi ke jalanan )
▶ Lebih keras ( mereka mudah marah, tetap menangis walau keinginannya sudah dipenuhi)
▶ Lebih intense ( kalau senang, happy banget, kalau sedih sedih sekali, begitu juga marah )
▶ Lebih sensitif ( perasaannya lebih mudah tersinggung atau tersakiti )
▶ Memiliki jam tidur menurut versi mereka sendiri, walau mereka sudah terlihat kelelahan mereka tidak akan serta merta menuruti kemauan kita untuk segera tidur siang
▶ Mengabaikan kata "Tidak"
▶ Mempunyai aturan versi mereka
▶ Senantiasa menyampaikan keinginan mereka, dan berharap kita akan segera mengabulkan permintaannya. Contoh jika ingin dibelikan mainan, maka anak Strong Willed akan berusaha membujuk orangtua nya agar cepat mengabulkan keinginannya, dan itu berlaku untuk hal apa pun yang ia sukai atau inginkan
▶ Senang memberitahu anak lain apa yang harus mereka lakukan, terkesan agak "bossy" atau mungkin berbicara seperti seorang guru pada murid nya
▶ Berusaha mendapatkan mainan yang paling bagus
▶ Mempertahankan keinginannya. Jika sudah mau yang gelas Biru, maka ia akan konsisten dengan kemauannya, jika hari itu ingin pakai baju bergambar Teddy Bear maka harus memakai baju itu, tidak perduli baju nya cuci kering pakai
▶ Menolak melakukan apa yang mereka tidak ingin lakukan
▶ Senang mengontrol diri mereka sendiri, mereka menolak bantuan orang lain sesuatu yang bisa menurut mereka dikerjakan sendiri, oleh karena itu anak Strong Willed akan terlihat lebih mandiri
▶ Anak Strong Willed adalah anak anak calon Pemimpin Masa depan, maka jika suatu saat anda menyuruh mereka untuk menjauhkan Buku Gambar Favorit nya, maka mereka tidak akan langsung melaksanakan perintah anda, mereka akan butuh waktu 10 menit untuk berfikir melakukan hal tersebut sesuai cara mereka sendiri, bukan dengan cara orangtua nya, maka ciri menonjol lainnya, mereka cenderung tidak segera melaksanakan perintah orangtua atau guru nya, bahkan kadang melelet-leletkan
▶ Cenderung mengabaikan peraturan. Jika kita menyuruh "nak pegangan tangan kalau menyebrang, mereka malah melepaskan tangan anda", jika anda menyuruh belok kanan, mereka malah belok kiri
Punya jadwal tidur, bangun tidur yang sudah ditentukan. Begitu juga jadwal ke kamar mandi , cuci tangan, ganti baju, mandi dst. Habis makan misalnya selalu ke kamar mandi. ‘baca buku kalau sudah sikat gigi’ , ‘main yang itu kalau sudah rapihkan yang ini ‘ , ‘ Main bergantian dan sharing’
Kecuali kita takut hal itu sangat berbahaya, anak anak itu akan belajar melalui pengalaman mereka sendiri. hal ini tentu akan menguji kesabaran kita, begitulah cara mereka belajar sesuatu.
Jangan rongrong anak untuk melakukan ini itu. tapi tanyakan misalnya : ‘sebelum pergi kita biasanya kita makan dulu, ke toilet, pakai jaket, pakai sepatu. Tadi apa ya yang belum ? anak anak yang mandiri akan berkurang sikap kerasnya.
Jika kita memerintah, maka mereka biasanya akan selalu menolak atau menunda nunda. tapi jika kita memberikan pilihan, mereka akan merasa memiliki otoritas. Tentunya kita harus memberikan pilihan yang dua dua nya kita izinkan.
Misalkan jika mereka menolak untuk tidur siang dan malah asik bermain, tawarkan pada mereka untuk tidur siang setelah 5 menit lagi setelah bunda nya makan. Atau jika ia menolak untuk segera mandi, tawarkan untuk membersihkan sendal kesayangannya, maka setelah itu akan mandi. Inti nya adalah komunikasi yang baik dan respek terhadap keinginan anak.
Misalkan jika mereka menolak untuk tidur siang dan malah asik bermain, tawarkan pada mereka untuk tidur siang setelah 5 menit lagi setelah bunda nya makan. Atau jika ia menolak untuk segera mandi, tawarkan untuk membersihkan sendal kesayangannya, maka setelah itu akan mandi. Inti nya adalah komunikasi yang baik dan respek terhadap keinginan anak.
Misalnya, Jika tidak mau pakai jaket, : "kamu tidak mau pakai jaket, mama sih kedinginan, mama ga mau kamu kedinginan diluar. kalau tetap ga mau, kita bawa saja jaketnya, nanti kalau kamu kedinginan, bisa pakai jaketnya". Anak kita tidak akan terkena pneumonia jika hanya beberapa menit diluar tanpa jaket.
Ini yang agak sulit ya bu.. Biasanya pemaksaan berujung jadi penolakan. Jika kita menggunakan posisi keras, kita bisa mudah membuat anak menjadi berontak. Jika sudah merasa akan ada ‘adu kekerasan’, maka STOP tarik nafas. karena menang dengan anak kecil akan membuat kita kehilangan ‘koneksi’ dengan mereka.
Kadang, sebagai orang dewasa, kita menganggap lebih tahu. Tapi anak anak strong willed memiliki pandangan sendiri. Mereka keras karena mereka memiliki pandangan yang menurut mereka penting. Dengan mendengarkan misalnya menanyakan dengan tenang : "katanya kamu gak mau mandi ya, coba cerita kenapa ga mau mandi ?" kadang bisa karna alasan yang tidak masuk akal dan sepele atau bahkan tidak jelas. Kadang anak tidak mau menjelaskan, mereka pokoknya ga mau aja.
Kita tentu tahu kalau situasi sedang panas, marah atau kesal, anak anak tidak dapat menerima nasehat atau belajar dari kesalahan. Jika anak anak marah, maka bantu mereka untuk mengekspresikan kemarahannya. misalnya : "kamu lagi marah, boleh marah dulu disini atau dikamar". Jika sudah reda, baru kita bisa berikan nasehat kalau kita harus berusaha selalu berbicara baik. dst.
Kebanyakan anak anak strong-willed membangkang karna menuntut respek. Respek terhadap anak. mengakui dan menerima keinginannya.
Misalnya anak kita ingin memakai baju yang sepertinya tidak cocok untuk jalan keluar. Kita bisa bilang : ‘hmm,..ya kamu suka ya baju ini, tapi sekarang kita pakai baju untuk keluar ya nak..".
Biasa nya anak Strong Willed tidak serta merta mengiyakan kemauan kita. Akan banyak terjadi negosiasi. Butuh kesabaran ekstra dari orangtuannya.
Kalau kata Dr Laura Markham (positive parenting expert ) punya anak strong-willed ? Anda beruntung. Anda tengah mengasah berlian.
Kalau kata Dr Laura Markham (positive parenting expert ) punya anak strong-willed ? Anda beruntung. Anda tengah mengasah berlian.
Maka jangan pernah berhenti belajar, mengasah kepekaan, membentangkan lembar kesabaran kita dalam memahami anak-anak kita, agar mereka tumbuh jadi anak anak berkepribadian hebat dan kuat.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Tidak ada komentar:
Posting Komentar