Laman

Kamis, 01 Februari 2018

Day 1 Level 8

"Neng, ini gaji Abang bulan ini. Alhamdulillah naik, dapat 5 juta." Mamat menyodorkan amplop coklat kepada istrinya.
"Yaelah, Bang. Meski dapet 5 juta juga masih kurang. Cicilan motor, arisan kulkas, belom juga belanja sebulan. Harga beras naik, Bang. Sekarang mah apa² ikutan naik. Kok gaji Abang naiknya 200 ribu doang. Kalo begini mah kapan kita bisa beli mobil??? Tetangga kita udah pada punya mobil semua." Bukannya terimakasih, Ella malah ngomel panjang  gak karuan kayak gerbong kereta api. Kalo udah begitu Mamat hanya punya satu pilihan. "Diam." Biar istrinya gak ngomel terus sampai besok pagi.
****

Ilustrasi di atas, sebatas khayalan saja. Semoga nggak terjadi didunia nyata. Aamiin...

Di awal bulan ini saya dapat tantangan buat menstimulasi kecerdasan finansial pada anak. Eh, baru tahu ya, ternyata kalo finansial itu masuk dalam kategori kecerdasan?? Para ahli bilang, kecerdasan finansial merupakan  kemampuan seseorang dalam mendapatkan dan mengelola keuangan.

Ini penting buat bekal anak dimasa depan. Entah itu anak perempuan atau laki-laki. Harapannya kalo anak perempuan, agar kelak ia pandai mengelola harta yang diberikan oleh suaminya. Seberapapun jumlahnya, ia akan mengelolanya dengan baik. Sehingga cukup, bahkan masih sisa. Dan bukan sebaliknya, dikasih sebanyak apapun tetep saja kurang, kalau tidak mampu mengelola dengan baik.

Untuk anak laki² juga gak kalah penting. Tuntutan gaya hidup, semakin naiknya kebutuhan sehari-hari, membuat banyak orang terjebak model hidup pragmatis. Gak peduli dapatnya dari mana, status hukumnya seperti apa, yang penting mah asal dapat aja.

So, bahasan awal yang akan kita eksekusi dulu adalah menjelaskan ke anak tentang konsep uang atau harta adalah sebagian kecil dari rizki yang diberikan Allah untuk kita.

Trenggalek, 1 Februari 2018


#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial

Tidak ada komentar:

Posting Komentar