
Apa yang teman teman pahami ketika melihat gambar tersebut?
Begitulah opening dari fasil kelas BunSay 2. Saya yang lihat sekilas membaca, langsung fokus pada urutan teratas. Jadi ketika ada pemasukan yang harus diutamakan adalah dari urutan teratas. ZIS, hutang, tabungan baru kebutuhan.
Namun berikutnya saya cermati lagi. Jika berkaitan dengan arus air, maka air akan terus mengalir untuk kebutuhan dan kebutuhan. Tak akan cukup untuk investasi, bayar hutang, apalagi ZIS.
Sementara kelas riuh dengan diskusi, saya masih muter dengan pertanyaan di kepala. Sampai saya temukan "aha" poinnya.
Bagaimana cara agar bisa mengalirkan air dari semua kran yang ada?
Bagaimana jika kita tutup dulu semua kran agar terisi penuh terlebih dahulu?
Disinilah ternyata ada titik temunya. Menutup semua kran air dan membiarkan terisi dengan penuh. Lantas membuka kran dari urutan teratas satu persatu.
****
Pertanyaannya selanjutnya, jika penghasilan pas pasan, apakah harus mengeluarkan ZIS juga???
Zakat, Infaq dan Sedekah mempunyai hukum sendiri². Tentu saja menyesuaikan dengan kondisi cashflow yang ada. Al-Baqarah 261 menyebutkan, seseorang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah ibarat sebuah benih yang menumbuhkan tujuh bulir, setiap bulir berisi seratus biji. Bahkan bisa berlipat ganda.
Selanjutnya, hutang. Hutang masuk prioritas kedua. Kenapa? Karena menunda pembayaran hutang bagi yang sudah mampu adalah kezaliman. Baik pada diri sendiri, ahli waris atau orang yang dihutangi. Na'udzu billah min ghalabati dain wa qahri rijal.
Investasi, ini penting. Sebuah riwayat menyebutkan, Allah akan merahmati orang yang hidup sederhana, menyisihkan sebagian hartanya agar dapat digunakan saat jatuh miskin. Karena kehidupan senantiasa berputar, kaya miskin datang silih berganti.
*****
Setelah mendapatkan materi tersebut, kami pun mengajak balita kami untuk mengisi kotak infaq masjid. Kebetulan hari ini kami sedang ada perjalanan keluar kota, menjemput tante pulang dari pesantren.
"Masjidnya lagi dibangun. Kita ikut nitip yuk..."
Dan alhamdulillah anak antusias sekali. Senyumnya cerah banget saat memasukkan uang ke kotak infaq. Tak lupa mengucap bismillah.
Saya belum sempat menjelaskan banyak untuk hari ini. Semoga besok bisa berdiskusi dengan balita kami. Sudah 2 malam ini tidur di tempat Uti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar