Materi kali ini tampil beda. Biasanya kami mendapat materi, kemudian diskusi, dan Tantangan10hari. Namun tidak untuk kali ini. Lha sekarang kita ditanyakan slide, suruh menerka, saling berbagi jawaban dan akhirnya diminta membuat resume.
Bismillah, saya mencoba.
Berbicara tentang kreatifitas, apa yang pertama tergambar dalam benak kita?
Barang daur ulang, karya hand made, atau kreasi makanan home made?
Saya seringkali menilai bahwa saya bukan orang kreatif. Karena saya belum memiliki kemampuan itu.
Coba amati gambar berikut?? Apa yang tampak?
Potongan puzzle ?
Atau
Sebuah tulisan?
Beruntunglah saya membaca dan fokus pada potongan puzzle. Sehingga sempat lebay sambil bolak balik hape, nggak kebaca. Sedang teman² yang lain sudah memunculkan jawaban. LIFT.
Sampai di sini, saya mulai menyadari, kemana arah materi ini. Meski sambil menerka² dan mengerahkan konsentrasi yang terpecah.
Apakah saya termasuk orang yang saklek? Nggak kreatif sama sekali? Begitu batin saya bertanya. Namun saya memaksa untuk tetap menyimak materi ini hingga selesai.
Hmm... I SEE.
Ternyata kreatif tidak hanya soal kerajinan tangan saja. Tapi berfikir pun perlu kreatifitas. Yakni dengan memperbanyak sudut pandang kita.
Pengalaman pribadi bersama anak. Ketika saya pake bedak tabur, bedaknya di buang dan di tabur ke mana². Sekarang saya mencoba ganti ke bedak padat. Eh,,, dengan polosnya bedak saya di garuk sampai bertaburan.
Pengen banget marah, waktu itu. Tapi saya ingin melihat dengan sudut pandang anak. Dan ternyata amazing.
"Umi, lihat. Bedak Umi tak garuk jadi halus kayak yang kemarin. Sekarang jadi nggak keras lagi."
Seperti tampilan di atas. Pengalaman kita akan menuntut untuk membaca tulisan itu menjadi Be Creative. Namun belum tentu bagi anak².
Seperti slide di atas. Ternyata bukan be creative.
Sampai sini, saya memahami bahwa penting sekali bagi orang tua untuk berfikir positif dan kreatif dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Karena seringkali kita menilai anak berdasarkan pada asumsi belaka. Padahal apa yang kita pikirkan sangat jauh dengan apa yang ada dalam imaji anak. Karena seringkali kita terjebak dengan pengalaman yang kebetulan kita dapatkan.
Begitu pula dengan slide berikut. Ada banyak cara untuk menggabungkan semua titik dengan satu garis.
Penghambat kreativitas:
1. Mindset
Pola pikir. Seseorang yang terbiasa di arahkan, dilarang, tak dapat kesempatan untuk belajar dari pengalaman akan sangat berpengaruh sekali. Pengalaman saya pribadi, semasa kecil saya tidak mendapat kesempatan untuk bermain. Bahkan rumah teman sekelas pun, hanya 3 orang yang saya tahu. Itu karena kita masih saudara. Hingga saat ini saya mengalami kesulitan untuk bergaul dengan orang.
2. Kurangnya kepercayaan diri. Akibat dari larangan itu, saya jadi kurang pede juga.
3. Faktor lingkungan dan keluarga. Lingkungan keluarga memiliki andil yang besar dalam pembentukan kreatifitas. Ibarat benih, kreatifitas adalah biji yang telah Allah berikan kepada setiap orang. Hingga lingkungan dan keluarga inilah yang berperan, apakah benih ini akan tumbuh subur atau malah mati.
Solusi Mengatasinya:
1. Mengasah kreativitas dan tak pernah berhenti mencoba
2. Coba hal baru yang berbeda.
Secara singkat dapat dilihat pada slide berikut ini. Evolusi, Sintesis, dan Revolusi.
Tak ada rotan, akar pun jadi.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar